Selasa ,29 Juli 2014
Balai Melayu Hotel

Resensi

Citra Lingkungan Hidup dan Kehati dalam Puisi-puisi Indonesia Modern

30 Juli 2011 12:04:11


Judul Buku
:
Citra Lingkungan Hidup dan Kehati dalam Puisi-puisi Indonesia Modern
Penulis
:
Indra Jaya Nauman
Editor : Sjamsu Dradjad, SS
Penerbit :
Adicita Karya Nusa, Yogyakarta
Cetakan
:
April, 2002
Tebal
:
xv + 176 halaman
Ukuran
:
14 x 20 cm


Keanekaragaman hayati atau lingkungan hidup merupakan ruang belajar yang bermanfaat sekaligus menyenangkan. Dari alam kita dapat belajar apa saja tentang hidup dan kehidupan. Di tangan para sastrawan, lingkungan hidup menjadi inspirasi mereka dalam menciptakan karya-karya puisi. Dalam konteks religius, lingkungan hidup menjadi tema-tema puisi untuk mengagungkan kebesaran Tuhan yang menciptakan alam semesta.

Bukan hanya itu, di tangan para sastrawan, lingkungan hidup juga menjadi ruang kritik terhadap ulah manusia yang tidak bersahabat dengan alam. Akibatnya, alam hancur dan rusak. Banjir, tanah longsor, dan bencana alam yang lain menjadi bukti bahwa kemurkaan alam terhadap manusia yang terkadang mengeksploitasi alam secara berlebihan. Dalam konteks ini, puisi-puisi diciptakan sebagai kritik sosial, baik terhadap pemimpin maupun umat manusia pada umumnya.

Buku di hadapan Anda ini berisi sekumpulan puisi dari para sastrawan Indonesia, yang digolongkan sebagai sastrawan modern, dengan tema-tema lingkungan hidup. Di mata sastrawan-sastrawan seperti, Abdul Hadi WM, Agnes Arswendo, Ajip Rosidi, Chairil Anwar, Zawawi Imron, F. Rahardi, Kirdjomulyo, Landung Simatupang, atau Sapardi Djoko Damono, lingkungan hidup digubah menjadi untaian bait-bait puisi yang indah dan mencerahkan. Melalui puisi-puisi dalam buku ini, para sastrawan tersebut ingin mengingatkan bahwa lingkungan hidup penting untuk dijaga karena kerusakan alam akan berakibat buruk pada kehidupan manusia.

Lima bab dalam buku ini dibahas sesuai dengan puisi yang berhubungan dengan tema lingkungan tertentu. Bab I berisi pendahuluan atau uraian singkat tentang hubungan puisi dan lingkungan hidup (h.1). Bab II membahas tentang lingkungan hidup sebagai atribut dan tema puisi (h. 11-38). Bab III menghadirkan puisi-puisi tentang lingkungan hidup (h. 69-79). Bab IV menghadirkan pembahasan tentang sikap penyair tentang lingkungan hidup, tentunya dianalisis lewat puisi (h. 89-97). Bab V menghadirkan puisi-puisi lingkungan hidup dalam konteks penciptaannya (h. 113).

Melihat tema-tema yang dibahas, buku ini cukup lengkap apalagi menghadirkan 46 sastrawan dengan puisi-puisi tentang lingkungan hidup. Bagi Anda pecinta kajian sastra, penting kiranya untuk membaca buku ini. Jika Anda menyukai dan ingin fokus mempelajari puisi tentang lingkungan hidup, buku ini tepat untuk dijadikan rujukan. Dengan menghubungkan langsung antara puisi dan sikap sastrawannya terhadap lingkungan, Anda dapat mudah untuk mempelajari jika ingin menulis puisi bertema lingkungan.

Masih Aktual

Pesan terpenting dari buku ini adalah manusia diingatkan akan kerusakan lingkungan dan itu cenderung disengaja oleh oknum yang ingin mengambil keuntungan pribadi dari lingkungan, seperti hutan, pohon, sungai, atau laut. Buktinya adalah banjir dan tanah longsor yang masih sering terjadi di beberapa daerah di negeri ini. Dengan demikian, buku ini masih relevan, bahkan masih aktual. Oleh karena itu pula, buku ini layak untuk dikaji.

Sebuah puisi karya Yudhistira ANM Massardi yang berjudul “Sungai Menangis” mencerminkan masih aktualnya tema lingkungan hidup sekarang ini. Judul “Sungai Menangis” merupakan metafora terhadap bencana banjir yang terjadi. Puisi tersebut berbunyi:

    Sungai menangis di celah batu

    Gemericik kehilangan lagu

    Aku terperangkap di pusar arus

    Mata air pun membisu

    Aku berenang

    Aku berenang dan lelap tenggelam

    (Tangan yang basa menyeretku ke hulu

    Di sana segala duka membeku)

    “Kami tak lagi terbendung

    Telah Kau dengan tangis anak-anak kami

    Di hilir....”

    Suara itu dari sumber sangat dalam

    Aku terpaku

    __ Air pun cepat pasang

    Anak-anak sungai yang lapar

    Menelan segala

    Menelan segala

Puisi di atas menggambarkan sungai yang sabar dan lembut, sebenarnya sedang marah karena diperlakukan secara semena-mena. Meski demikian, Massardi memberi judul puisinya dengan “Sungai Menangis”. Pemilihan kata “menangis” merupakan sindiran secara halus, tersebab ulah manusia yang suka menggunduli hutan atau membuang sampah sembarangan. Bahwa seperti orang yang marah, jika tidak kuat mereka akan menangis yang berarti pula “mengamuk” atau membalas dendam. Demikian pula dengan sungai yang disakiti, tentu akan “marah” dengan menangis yang berarti banjir.

Puisi Sapardi Djoko Damono di bawah ini juga masih aktual. Puisi berjudul “Hujan, Jalak, dan Pohon Jambu” itu menyindir sikap manusia yang cenderung mengagungkan ilmu dan teori ilmiah, tetapi justru menyebabkan lingkungan hidup rusak.

    Hujan turun semalaman. Paginya

    Jalak berkicau dan daun jambu bersemi:

    Mereka tak mengenal gurindam

    Dan peribahasa, tapi menghayati

    Adat kita yang purba,

    Tahu kapan harus berbuat sesuatu

    Agar kita, manusia, merasa bahagia. Mereka

    Tidak pernah bisa menguraikan

    Hakikat kata-kata mutiara, tapi tahu kapan harus berbuat

    Sesuatu, agar kita

    Merasa tidak sepenuhnya sia-sia.

Puisi di atas mencerminkan bagaimana leluhur lebih memahami hukum alam dibandingkan dengan manusia modern. Pemakaian metafor burung jalak dan daun jambu merupakan sindiran kepada manusia agar seharusnya lebih memahami alam, tidak seperti halnya burung jalak dan daun jambu.

(Yusuf Efendi/Res/74/07-2011)


read : 41935

  Bagikan informasi ini ke teman Anda :  




Tuliskan komentar Anda !




Menu utama

Member login




Daftar Anggota | Lupa Password

Profil Penulis





Pembayaran

Bank Mandiri
Rekening Nomor :
137.000.3102288
Atas Nama :
Yayasan AdiCita Karya Nusa

Atau

Bank BCA
Rekening Nomor :
445.085.9732
Atas Nama :
Mahyudin Al Mudra

Konfirmasi pembayaran,
SMS ke : 08 1313 9494 58


atau lewat line Customer Servis di ( 0274 ) 377067
atau email akn@adicita.com atau adicita2727@yahoo.com
atau
Bagian Marketing Proyek
08 1313 9494 58


Profil Penulis

 Online: 109
 Hari ini: 992
 Kemarin : 2.965
 Minggu kemarin : 13.254
 Bulan kemarin : 57.351
  Total : 2.224.578