Jumat ,01 Mei 2026
Balai Melayu Hotel

Artikel

Mari Budayakan Minat Baca

29 Juli 2010 13:32:58

Buku adalah sumber ilmu dan merupakan jendela dunia. Dengan buku, kita bisa menjelajahi dunia tanpa harus beranjak dari tempat duduk kita. Tapi, seberapa besarkah minat kita dalam membaca buku? Berapa banyak buku yang kita baca dalam sehari, seminggu, sebulan, bahkan setahun? Sebagai seorang pelajar/mahasiswa, kita tentu wajib membaca, baik itu buku teks, journal, reader ataupun majalah ilmiah. Tapi apakah kita membaca semua itu karena kita memang ingin dan tertarik dengan isinya, ataukah karena terpaksa karena harus ujian? Bandingkan dengan majalah gossip, cerpen, atau novel yang kita sukai yang tebalnya ratusan halaman. Mengapa berbeda? Mengapa membaca buku teks begitu berat, sementara kita bisa membaca novel berjam-jam lamanya?

Bila kita menyaksikan fenomena di kota2 besar di Indonesia, termasuk di Kota Bogor, sungguh memprihatinkan. Pertokoan dan mal2 dipadati pengunjung yang mayoritas adalah anak2 remaja, sementara perpustakaan2 umum dibiarkan sepi dan berdebu. Anak2 kecil lebih senang menonton kartun berjam-jam daripada membaca buku cerita. Dan para ibu lebih suka menonton sinetron dan telenovela daripada membacakan cerita untuk anak2nya. Pepatah ‘tak kenal maka tak sayang’ sungguh tepat. Bagaimana kita bisa mencintai buku kalau tak kenal dengan buku?


Saya mempunyai seorang sahabat di Malaysia. Dia seorang sastrawan dan sangat aktif menulis. Sajak-sajaknya terbit secara berkala di surat kabar nasional di Malaysia. Begitu juga dengan cerpen2nya. Dia menjadi penulis tetap di komuniti buku online di internet (komunitas pencinta buku di Malaysia). Kajian2 dan bahasan2nya begitu tinggi dan berbobot. Dia sering diundang dalam berbagai acara bedah buku. Dan tahukah anda,..dia baru berusia 15 tahun. Kecintaannya pada buku membuat dia jauh lebih dewasa dari usianya. Wawasannya luas, analisisnya tajam, pemikiran2nya berkualitas. Prestasinya di sekolahpun luar biasa. Bagaimana bisa begitu? Menurut dia, sejak kecil, dia sudah diperkenalkan dengan buku. Sebelum tidur, sang bunda selalu membacakannya cerita2 rakyat dan dongeng. Ketika sudah mulai bisa membaca, sang bunda menghadiahkannya setumpuk buku cerita anak2. Dan kini, diusia yang masih sangat muda, dia sudah menjadi pengamat dan pembedah buku.


Mungkin itu contoh yang ekstrim. Tapi hikmah yang bisa diambil adalah pentingnya menanamkan budaya membaca sejak usia dini. Perkenalkan anak2 dengan buku dan ajari mereka untuk mencintai buku. Selain orang tua dan guru, peran pemerintah sangat penting dalam membudayakan minat baca ini. Sudah saatnya perpustakaan berbenah diri dengan menciptakan suasana yang nyaman, buku2 terbaru yang lengkap dan fasilitas yang memadai,.kalau perlu dilengkapi dengan fasilitas internet, arena bermain anak2 dan kafe atau tempat jajan, sehingga perpustakaan menjadi salah satu tujuan rekreasi yang menyenangkan. Mari kita budayakan minat baca dengan memulainya dari diri sendiri dan orang2 terdekat serta lingkungan sekitar kita.

Oleh: Irma Dewi Arlini

 

Sumber : http://www.ppi-wageningen.org/?p=69

 

Sumber Foto : wirlilik.multiply.com/journal%3F...art%3D20

 


read : 4155

  Bagikan informasi ini ke teman Anda :  




Tuliskan komentar Anda !




Menu utama

Member login




Daftar Anggota | Lupa Password

Profil Penulis





Pembayaran

Bank Mandiri
Rekening Nomor :
137.000.3102288
Atas Nama :
Yayasan AdiCita Karya Nusa

Atau

Bank BCA
Rekening Nomor :
445.085.9732
Atas Nama :
Mahyudin Al Mudra

Konfirmasi pembayaran,
SMS ke : 0852 286 6060 7


atau lewat line Customer Servis di ( 0274 ) 377067
atau email akn@adicita.com atau adicita2727@yahoo.com
atau
Bagian Marketing Proyek
0852 286 6060 7


Profil Penulis

 Online: 163
 Hari ini: 1.257
 Kemarin : 2.913
 Minggu kemarin : 40.093
 Bulan kemarin : 147.519
  Total : 7.927.739