Artikel
Menuai Imajinasi Lewat Dongeng
14 Juli 2010 11:26:43
Mendongeng sudah dilakukan sejak zaman purbakala untuk meneruskan riwayat keberadaan mereka dari nenek moyangnya hingga sekarang, sekaligus memberikan ilmu mengenai bahasa ibu. Ketika itu, belum ada huruf apalagi kertas, maka mereka biasanya berkumpul kala malam di tengah api unggun dan memulai cerita pada keturunannya yang masih belia.
Agar mendongeng tak menjadi kegiatan membosankan, pelajari trik sederhana dari Paul Arinaga (pemilik The Child Stories Bank).
Pertama, gunakan gambar daripada tulisan belaka. Bagi anak yang masih kecil dan belum bisa membaca, gambar sangatlah membantu mereka untuk memahami inti dari cerita. Jadi, usahakan pilih buku cerita dengan gambar menarik dan penuh warna yang bisa membuat Sang Anak terlena ketika Anda bercerita.
Kedua, sulap pengalaman sehari-harinya menjadi lebih luar biasa. Maksudnya, bercerita tak harus selalu mengikuti pakem dongeng yang ada. Pengalaman sehari-hari sang anak pun bisa dibuat menjadi dongeng dengan menggunakan kosakata yang penuh imajinasi. Misalnya, daripada menggunakan “Anka pergi ke taman bermain bersama Ayah dengan mobil”, lebih seru jika Anda memilih, “Anka bertualang bersama Ayah ke gua berlapis cokelat menggunakan karpet terbang.”
Ketiga, selalu cari yang tak biasa. Anda ditanya oleh Si Kecil mengenai kejadian yang ia tak mengerti. Daripada membiarkannya bertanya-tanya, lebih baik putar otak dengan menggunakan perumpaan khas dongeng yang serba imajinatif. Contohnya, dia bertanya mengenai kenapa rambut orang yang lebih tua memutih.
Kembangkan imajinasi lewat jawaban seperti mengumpamakan rambut kakek yang memutih itu adalah helai perak, kakek itu adalah sosok bijaksana yang Anda beri nama dan penjelasan ringan mengapa rambut beruban itu muncul karena kakek sungguh baik hati terhadap sesama, sehingga putih hatinya memancar lewat rambutnya dan ini terjadi ketika kita sudah lama hidup di dunia ini dibanding Anda dan Sang Anak.
Keempat, kembali ke alam. Anda bisa mengarang cerita mengenai kehidupan lewat kejadian unik di dunia binatang. Misalnya ketika Si Kecil sedang tak percaya diri ceritakan saja mengenai proses si ulat menjadi kupu-kupu yang cantik.
Atau gunakan bahasa lain untuk menggambarkan emosi dan inti cerita menggunakan perumpamaan, misalnya udara untuk pikiran, api untuk semangat, air sebagai perasaan, hingga bumi menjadi pengganti kekokohan prinsip.
Kelima, manfaatkan hobi bersama. Suka melakukan kegiatan bersama buah hati? Ketika melakukannya, akan lebih menarik jika diselipkan cerita-cerita karangan sendiri yang membuatnya lebih bersemangat menjejaki setiap langkahnya.
Keenam, buat versi lain. Cerita Cinderella atau Si Kue Jahe tak lekang dimakan waktu, namun tak berarti tak boleh diubah. Agar lebih rasional, sah-sah saja membuat cerita-cerita legendaris ini untuk anak. Seperti, mengganti kereta labu Cinderella dengan mobil canggih berwarna pink atau ibu peri dengan anak Anda sendiri.
Atau Si Ibu Tiri "dibuat" tak terlalu kejam dan Cinderella bisa melawan orang-orang yang menjahatinya. Lalu bagian di mana saudara tiri Cinderella memotong kakinya demi bisa memasukkan sepatu, dipotong saja karena terlalu ekstrim untuk sang anak. Bagaimanapun juga anak harus diberi asupan ringan nan menyenangkan dalam mendongeng.
Ketujuh, biarkan anak berimajinasi. Jangan anggap remeh anak Anda, meski kecil tapi daya imajinasinya luar biasa dan tak terduga. Jadi, tak masalah (malah bagus) jika anak ingin ceritanya berkembang berdasarkan yang ia inginkan. Ikuti saja khayalan akan dongengnya, dan anak akan merasa dilibatkan dan bisa mengekspresikan dirinya.
Kedelapan, jangan takut menjadi anak kecil. Tak masalah Anda menggunakan aneka macam suara aneh atau gerakan-gerakan yang ekspresif untuk menggambarkan tokoh-tokoh dalam cerita dongeng. Jika anak suka dengan cerita superhero yang bisa terbang, jangan segan menggendongnya lalu "menerbangkannya".
Hati-Hati Pilih Pahlawan
Cerita di masa kecil akan menempel dalam benak anak dan memenuhi imajinasinya. Bukan mustahil, nilai-nilai kebaikan yang tertanam lewat dongeng, akan ia tuai sebagai sifat-sifat yang menemani sepanjang hidup. Artinya, memilih pahlawan dalam dongeng untuk anak. Ia tak harus selalu menang, karena bagaimanapun di kehidupan nyata, hidup tak selalu di atas, kan?
Beri si tokoh tadi kelebihan juga kekurangan sehingga lebih rasional. Misalnya Si Kecil suka sekali dengan Superman, Anda bisa menceritakan kalau Superman di kehidupannya juga punya kelemahan yaitu batu kripton, meski ia super kuat dan baik hati.
Dalam menciptakan dongeng, buatlah tokoh yang sangat dekat dan ia pedulikan. Atau membuat cerita dengan tokoh yang sebenarnya adalah kepribadian Sang Anak. Beri nama yang lucu dan mudah diingat juga jalan cerita yang tak biasa namun menyenangkan. Seperti Si Kelinci Cerdas atau Beruang Tangguh, Princess Elora, Super Kiddo dll, yang jelas namanya harus mudah diingat anak, ya.
Astrid Isnawati
Sumber : http://www.tabloidnova.com/Nova/Keluarga/Anak/Menuai-Imajinasi-Lewat-Dongeng-1
Tuliskan komentar Anda !
Member login
Bank Mandiri
Rekening Nomor :
137.000.3102288
Atas Nama :
Yayasan AdiCita Karya Nusa
Atau
Bank BCA
Rekening Nomor :
445.085.9732
Atas Nama :
Mahyudin Al Mudra
Konfirmasi pembayaran,
SMS ke : 0852 286 6060 7
atau lewat line Customer Servis di ( 0274 ) 377067
atau email akn@adicita.com atau adicita2727@yahoo.com
atau
Bagian Marketing Proyek
0852 286 6060 7
Online | : 40 |
Hari ini | : 858 |
Kemarin | : 5.416 |
Minggu kemarin | : 34.442 |
Bulan kemarin | : 134.890 |
Total | : 7.914.982 |



Online
Hari ini
Kemarin
Minggu kemarin
Bulan kemarin
Total