Artikel
Dongeng Penyampai Pesan
14 Juli 2010 11:36:48
Ada banyak cara untuk menumbuhkan minat membaca dan belajar pada si kecil. Salah satu cara yang terpenting adalah mendongeng. Inilah pekerjaan yang kerapkali dilupakan oleh orang tua yang sibuk dengan pekerjaan dan bisnisnya.Mereka pulang ke rumah dan menjumpai anak-anak mereka dalam keadaan capek sehingga tak bisa mencurahkan perhatian apalagi mendongeng.
Padahal para psikolog selalu berpesan,”Jangan membesarkan anak dengan energi sisa.” Energi sisa adalah energi yang tersisa setelah tersita oleh pekerjaan kantor atau bisnis.
Dongeng adalah jembatan yang bagus untuk mendekatkan orang tua dengan anak, serta menanamkan nilai-nilai pada si kecil. Sayangnya, cara ini sering diabaikan. Orang tua lebih suka mengajak anak jalan-jalan ke mal ketimbang mengajak ke taman dan mendongengi mereka dengan cerita-cerita yang penuh nilai.
Budaya mendongeng sudah lama tergerus dari budaya Indonesia. Ini sangat berbeda di Negara maju yang mempunyai kebiasaan membaca yang tinggi. Di Inggris misalnya, buku Harry Potter setebal 600 halaman dan sampai jilid 7 biasa didongengkan oleh guru-guru TK pada murid-muridnya secara berkesinambungan.
Menurut sejumlah psikolog anak, mendongeng ini semestinya dimulai dari sejak bayi. Kata-kata orang tua akan terpatri pada si kecil. Anak akan belajar banyak dari ‘pengalaman’ yang didongengkan, baik itu dongeng nyata atau fiksi.
Beberapa manfaat mendongeng untuk anak adalah :
1. Merekatkan hubungan anak dengan orang tua, di era globalisasi seperti sekarang ini komunikasi antara orang tua dengan anak makin dangkal. Selain itu, orang tua cenderung menyerahkan pengasuhan anak pada pembantu atau baby sister. Akibatnya, anak tidak terbiasa berdialog dan kehilangan kreativitas. Ini bisa melahirkan problem kejiwaan pada anak. Dengan mendongeng, kesenjangan hubungan itu bisa diatasi.
2. Menanamkan nilai-nilai, melalui cerita yang didongengkan, tanpa sadar anak telah menyerap beberapa sifat positif seperti keberanian, kejujuran, kemanusiaan, menyayangi binatang serta membedakan hal-hal yang baik dan buruk.
3. Mengembangkan imajinasi, kegiatan mendongeng juga bermanfaat untuk merangsang berbagai aspek perkembangan anak terutama sisi intelektual dan emosi. Imajinasi anak akan melompat tinggi saat dongeng dituturkan. Cara ini penting untuk mengembangkan kreativitas anak.
4. Menumbuhkan minat, orang tua yang suka membacakan cerita akan membantu anak suka membaca. Karena kerap mendengar cerita atau dongeng, anak kemudian dapat meneruskan cerita yang didengarnya atau bahkan membuat cerita sendiri.
5. Membiasakan anak belajar bahasa, anak yang terbiasa didongengi atau dibacakan buku oleh orang tuanya biasanya akan punya struktur bahasa baku yang baik. Ketika orang tuanya mendongeng, “Pada suatu hari di sebuah hutan kecil…”, saat itu sebenarnya pikiran anak sedang terlempar ke sebuah tempat dalam waktu tertentu juga. Disini dua kemampuan anak mulai terlatih, yaitu secara geografis dan waktu.
Bagi anak usia batita, perkembangan kemampuan bahasanya tumbuh sangat cepat. Dongeng bisa menjadi pemicu perkembangan kemampuannya berbahasa. Sebuah survey di Canada juga mencatat bahwa semakin sering anak membaca, semakin berkembang kemampuan berkomunikasinya. Seorang anak yang membaca buku berkali-kali dalam sehari memiliki kemampuan berkomunikasi lebih dari dua kali lipat anak yang membaca buku hanya beberapa kali seminggu.
Tuliskan komentar Anda !
Member login
Bank Mandiri
Rekening Nomor :
137.000.3102288
Atas Nama :
Yayasan AdiCita Karya Nusa
Atau
Bank BCA
Rekening Nomor :
445.085.9732
Atas Nama :
Mahyudin Al Mudra
Konfirmasi pembayaran,
SMS ke : 0852 286 6060 7
atau lewat line Customer Servis di ( 0274 ) 377067
atau email akn@adicita.com atau adicita2727@yahoo.com
atau
Bagian Marketing Proyek
0852 286 6060 7
Online | : 125 |
Hari ini | : 1.120 |
Kemarin | : 5.416 |
Minggu kemarin | : 34.442 |
Bulan kemarin | : 134.890 |
Total | : 7.915.244 |



Online
Hari ini
Kemarin
Minggu kemarin
Bulan kemarin
Total