Artikel
Mengajar sebagai Mendongeng
12 Agustus 2010 13:38:51
Oleh
Ahmad Baedowi
Direktur Pendidikan Yayasan Sukma, Jakarta
Dzaw Wyi Imran (2010) mengurai dengan amat indah pendapat Lewis Caroll tentang dongeng sebagai tanda kasih. Dongeng adalah tanda kasih. Berkisah dan mendongeng adalah memberi hadiah-tanda kepedulian dan keterbukaan. Mendongeng adalah memberi kesadaran pada pendengar tentang pengertian dan perasaan takjub, misteri dan penghormatan pada kehidupan. Dalam konteks pengalaman belajar-mengajar, apa yang disebut Zawawi Imran sebagai kepedulian dan keterbukaan adalah tujuan pengajaran itu sendiri. Di satu sisi guru perlu lebih peduli terhadap perkembangan afektif dan psikomotorik siswanya, dan dalam waktu bersamaan juga harus memiliki maksud membuka pola pikirbaru pada anak didik. Demikian pula, mendongeng adalah media yang paling efektif untuk menumbuhkan proses kepedulian dan keterbukaan guru dan siswa dalam proses belajar-mengajar.
Ingin bukti lain? Kieran Egan (1989) melalui serangkaian risetnya yang sangat aplikatif membuktikan kebenaran bahwa dongeng mampu membuka hal-hal yang terselubung dalam benak siswa untuk lebih terbuka bahkan toleran. Bagi Egan, setiap elemen dari mata ajar yang dirumuskan dalam bentuk lesson design bisa dikembang-kan menjadi sebiji t dongeng yang pada saat itu guru bisa lebih terbuka dan komunikatif dalam menyampaikan nie dasar sebuah konsep dan gagasan dalam btntuk dongeng. Sebagai salah satu pendekatan, dongeng adalah media yang paling efektif dalam mempertahankan imajinasi siswa yang sering terganggu dengan rasa malas karena terlalu banj ak hal teknis yang harus mereka hafal ketika belajar. "Wlinl uv call imagination is also a hwl of laun iig-Ui the early years pcrimps tlie. mosi tiurgetk and pmverfiil one," (Egan 1989, p 17)
Jika sebuah mata ajar dilakukan melalui pendekatan mendongeng, sebenarnya ingin mengembalikan kesadaran guru dan pendidik bali wa mengajar s benarnya sama dengan mendongeng itu sendiri. Karena itu, keterampilan berkomunikasi da merangkai cerita dari seorang guru akan sangat n lembanlu mereka dalam membuktikan catatan Egan di atas. Pada a,walnya memang akan ter. sa sangat berat. Tetapi seiring dengan seringnya pendekatan ini digunakan, guru paling tidak ? kan mengalami dua keuntungan sekaligus. Yakn , kemampuan berkomunikasi-in .1 berkembang dan keinginan untuk terus membaca sebanya i mungkin juga akan meningkat. Sebagai langi ah awal, baik jika para gurusesekali mengikuti kursus mendongeng yang saat ini mulai tumbuh di beberapa kota seperti Bandung dan Denpasar.
Secara teknis, bagaimana sesungguhnya merangkai rencana pembelajaran (lesson design) dengan menggunakan pendekatan mendongeng? Harus diingat bahwa tugas guru adalah mengantarkan gagasan atau ide ke dalam benak siswa. Jika sebuah gagasan atau konsep tentang tema tertentu dalam sebuah mata ajar telah teridentifikasi, tugas guru selanjutn) a adalah membuat sebanyak mungkin pertanyaan tentang kondisi aktual siswa mereka agar apo sang ingin disampaikan akan mengena. Jika menyangkut sebuah gagasan, ajaklah siswa untuk berpikir dari dua sudut pandang seperti baik dan buruk, kaya dan miskin, serta kebebasan dan perbudakan. Lalu guru dapat merangkai gagasan tersebut dalam sebuah cerita atau dongeng yang berkaitan dengan gagasan tentang tema \ ang ingin diajarkan. Pada akhir pelajaran, gum sebaiknya memberikan kesimpulan tentang gagasan tersebut secara terbuka, bisa dalam bentuk resolusi, evaluasi, pemahaman terhadap hal-hal yang penting, serta jangan lupa kembali kepada substansi gagasan yang dipelajari siswa lian itu.
Dengan menggunakan format seperti ini gurudiyakinkan untuk memercayai bahwa dongeng atau cerita bisa dimasukkan ke semua bentuk mata ajar dari mulai bahasa, kesenian, sains, matematika, dan ilmu sosial lainnya. Sebagai sebuah pendekatan, menggunakan dongeng atau cerita sesungguhnya akan membuat para guru tertantang untuk memahami konstruksi psikomotorik dan afektif siswa secara cerdas dan bertanggung jawab. "A model for teaching that rirmis on llic power of the sion/, then, will ensure Hint we sct up a conflict or scuse of dramatic tension nl the beginning of our lessons and units. Thus we create some expccttition thai uv will satisfy at the end" (Egan, 1989).
Manfaat lain dari pendekatan ini akan menyebabkan siswa terbiasa untuk mengoleksi sebanyak mungkin arti dari sebuah cerita, yang pada akhirnya anak akan terbiasa untuk bersikap peduli, terbuka, dan toleran. Alasannya sangat sederhana, bahwa nilai-nilai kepedulian, keterbukaan, dan toleransi hanya bisa tersimpan di dalam memori rasa seorang anak, yang salah satunya bisa disuburkan melalui persemaian dongeng dan cerita yang menggugah ranah afektif dan psikomotorik siswa. Seperti kata Aristote-les, "Viere is nothing in Ihf mind except Ilmi which has passed through slises".
Sumber : http://bataviase.co.id/node/214593
sumber Foto : datapendongeng.blogspot.com/2008...ive.html
Tuliskan komentar Anda !
Member login
Bank Mandiri
Rekening Nomor :
137.000.3102288
Atas Nama :
Yayasan AdiCita Karya Nusa
Atau
Bank BCA
Rekening Nomor :
445.085.9732
Atas Nama :
Mahyudin Al Mudra
Konfirmasi pembayaran,
SMS ke : 0852 286 6060 7
atau lewat line Customer Servis di ( 0274 ) 377067
atau email akn@adicita.com atau adicita2727@yahoo.com
atau
Bagian Marketing Proyek
0852 286 6060 7
Online | : 249 |
Hari ini | : 2.737 |
Kemarin | : 5.416 |
Minggu kemarin | : 34.442 |
Bulan kemarin | : 134.890 |
Total | : 7.916.861 |



Online
Hari ini
Kemarin
Minggu kemarin
Bulan kemarin
Total