Info Terkini
Toko Buku di Daerah Bangkrut
07 September 2011 15:57:08
Jakarta - Toko-toko buku di Indonesia, terutama di tingkat kota dan kabupaten, banyak yang gulung tikar. Hal ini terjadi karena penyaluran buku-buku tidak lagi mengandalkan toko-toko buku melainkan mulai diambil alih penerbit buku secara langsung kepada konsumen.
Seharusnya toko buku jadi tulang punggung pendistribusian buku, terutama buku pelajaran, pada masyarakat. Tetapi kenyataannya, semakin sulit kita menemukan toko-toko buku di tingkat kabupaten dan kota karena sudah pada tutup alias bangkrut
"Seharusnya toko buku jadi tulang punggung pendistribusian buku, terutama buku pelajaran, kepada masyarakat. Tetapi kenyataannya, semakin sulit kita menemukan toko-toko buku di tingkat kabupaten dan kota karena sudah pada tutup alias bangkrut," kata Firdaus Oemar, Ketua Umum Gabungan Toko Buku Indonesia (GATBI) di Jakarta, Jumat (2/9/2011).
Firdaus mengatakan, seiring dengan peningkatan anggaran pembelian buku pelajaran dan referensi, baik lewat dana bantuan operasional sekolah (BOS) maupun dana alokasi khusus (DAK), serta pembelian buku oleh perpustakaan nasional dan daerah, semestinya toko-toko buku di Indonesia bisa tumbuh hingga ke pelosok daerah.
Tetapi pada kenyataannya, toko buku seluruh Indonesia yang pada masa sebelum era reformasi berjumlah 5.000 toko buku, saat ini jumlahnya tidak sampai separuhnya.
"Anggaran negara yang jumlahnya triliunan rupiah untukpembelian buku di sekolah maupun perpustakaan tidak berdampak pada tumbuhnya toko-toko buku di daerah. Ini pasti ada yang salah dalam rantai distribusi perbukuan di Indonesia. Di daerah menjerit karena toko buku susah untuk berkembang," ujar Firdaus.
Persoalan lainnya, sekolah-sekolah juga lebih suka berhubungan dengan penerbit untuk menyediakan buku pelajaran. Bukan rahasia lagi, jika penerbit memberi potongan harga yang besar pada pihak sekolah untuk buku-buku pelajaran yang dipakai di sekolah tersebut.
"Aturan pemerintah sebenarnya sudah mengharuskan supaya distribusi buku ke masyarakat lewat toko buku. Tinggal ketegasan dari pemerintah saja untuk melaksanakan. Termasuk melarang sekolah menjual buku kepada siswa," ujar Firdaus.
Sumber: http://oase.kompas.com
Tuliskan komentar Anda !
Member login
Bank Mandiri
Rekening Nomor :
137.000.3102288
Atas Nama :
Yayasan AdiCita Karya Nusa
Atau
Bank BCA
Rekening Nomor :
445.085.9732
Atas Nama :
Mahyudin Al Mudra
Konfirmasi pembayaran,
SMS ke : 0852 286 6060 7
atau lewat line Customer Servis di ( 0274 ) 377067
atau email akn@adicita.com atau adicita2727@yahoo.com
atau
Bagian Marketing Proyek
0852 286 6060 7
Online | : 45 |
Hari ini | : 160 |
Kemarin | : 5.416 |
Minggu kemarin | : 34.442 |
Bulan kemarin | : 134.890 |
Total | : 7.914.284 |



Online
Hari ini
Kemarin
Minggu kemarin
Bulan kemarin
Total