Sabtu ,21 Februari 2026
Balai Melayu Hotel

Info Terkini

Sastra Lisan Gorontalo Terancam Punah

27 Januari 2011 11:55:46

Gorontalo, Salah seorang pengamat yang juga tokoh adat Gorontalo, DK. Usman mengatakan, ragam tradisi lisan yang merupakan warisan budaya leluhur Gorontalo, terancam punah jika tidak dipelajari sejak dini.

"Gorontalo memiliki ragam sastra tutur yang saat ini kurang diminati genarasi mudah, jika dibiarkan bisa lenyap dari akar budaya kita," ujar DK. Usman , Rabu.

Kehawatiran tokoh adat ini bukan tanpa alasan, karena menurutnya, pengaruh kurang maksimalnya upaya pemerintah daerah mensosialisasikan kekaayan ragam sastra lisan Gorontalo, dinilainya justru menjadi pemicu tradisi tersebut kurang mendapat tempat bagi generasi muda.

Lanjut DK Usman, salah satu tradisi sastra lisan seperti ’ Tanggomo ’, saat ini sudah sedikit masyarakat yang piawai menuturkan bait demi bait ragam lisan tersbut dengan benar,jika ada, dipastikan bukan dari kalangan muda-mudi Gorontalo.

"Saat ini untuk Tanggomo sudah sedikit yang mampu menguasainya, jika ada penuturnya pasti bukan dari genarasi muda kita," jelas DK Usman.

Seraya menambahkan,disamping belum adanya dukungan serius dari pemerintah, terutama Dinas Pendidkan, dia menilai, efek media juga ikut mengambil andil besar mempengaruhi minat dan bakat pemuda Gorontalo, sehingga kurang memahami dan melestarikan budaya daerahnya sendiri.

"Media massa termasuk salah satu yang paling berpengaruh,mereka didikte oleh informasi yang jauh dari akar budaya bangsa, misalnya jika ada anak kita ikut melestarikan budaya, justru dinilai kampungan," keluhnya.

Selain itu, penggunaan bahasa Gorontalo sebagai percakapan untuk teman sejawat, menurut DK Usman, telah mengalami penurunan jumlah penuturnya, terutama generasi muda.

Olehnya, dia berharap, agar kekeyaan budaya warisan leluhur ini tetap melestari, dukungan dari lingkungan keluarga, menurutnya merupakan tempat pertama membina dan mengembangkan tradisi lisan dan budaya Gorontalo.

"Saya berharap, dari lingkungan keluarga, kita jadikan sebagai tempat belajar dan melestarikan warisan budaya untuk anak cucu kita agar tidak punah," imbuhnya.

 

 

Penulis: Jodhi Yudono | Editor: Jodhi Yudono


Sumber :
ANT

 

 


read : 9632

  Bagikan informasi ini ke teman Anda :  



Other news



Tuliskan komentar Anda !




Menu utama

Member login




Daftar Anggota | Lupa Password

Profil Penulis





Pembayaran

Bank Mandiri
Rekening Nomor :
137.000.3102288
Atas Nama :
Yayasan AdiCita Karya Nusa

Atau

Bank BCA
Rekening Nomor :
445.085.9732
Atas Nama :
Mahyudin Al Mudra

Konfirmasi pembayaran,
SMS ke : 0852 286 6060 7


atau lewat line Customer Servis di ( 0274 ) 377067
atau email akn@adicita.com atau adicita2727@yahoo.com
atau
Bagian Marketing Proyek
0852 286 6060 7


Profil Penulis

 Online: 130
 Hari ini: 1.513
 Kemarin : 5.152
 Minggu kemarin : 47.255
 Bulan kemarin : 159.722
  Total : 7.610.934