Rabu ,14 Nopember 2018
Balai Melayu Hotel

Info Terkini

Tradisi Bagarakan Sahur di Kalsel

14 Agustus 2010 11:15:55

Banjarmasin, Kalsel  - Bagarakan sahur merupakan aktivitas sekelompok pemuda Kalimantan Selatan yang bangun di tengah malam selama bulan puasa dengan tujuan membangunkan umat muslim untuk makan sahur. Tradisi bagarakan sahur ini, sudah sejak lama berlangsung secara turun temurun, dan tidak ada catatan yang menyebutkan awal mula dilakukannya bagarakan ini.

 

Sebenarnya tradisi bagarakan sahur ini, tidak jauh berbeda dengan aktivitas pemuda di daerah lain di nusantara, pada malam bulan Ramadhan. Biasanya di daerah hulu sungai di Kalsel, pemudanya menggunakan perlengkapan berupa alat musik, seperti babun, agung, dan seruling. Untuk daerah Barabai, ada juga yang melakukan bagarakan sahur ini menggunakan gerobak, yang ditarik oleh seekor sapi. Kemudian mereka berkeliling kampung memainkan berbagai peralatan yang dibawanya untuk membangunkan masyarakat.

Sementara di daerah Kandangan, bagarakan sahur ini selalu dilombakan agar lebih menarik minat dan kreativitas pemudanya, selain untuk menjaga kelestariannya. Seiring perkembangan zaman, alat musik yang digunakan untuk bagarakan sahur ini, sudah sangat beragam. Mulai dari peralatan tradisional seperti pentungan hingga sound system yang canggih, layaknya sebuah orkes. Meski pun pada dasarnya, tidak ada aturan khusus yang menyebutkan peralatan yang boleh digunakan sebagai perlengkapan bagarakan sahur, alangkah baiknya jika bunyi-bunyian yang dimainkan adalah bunyi yang wajar-wajar saja.

Ketua Lembaga Budaya Banjar (LBB), Drs HM Syamsiar Seman mengatakan, bagarakan sahur ini, sebaiknya memainkan bunyi-bunyian yang wajar, kemudian membacakan syair-syair maulud, Qasidah dan lain sebagainya. "Hal ini dilakukan orang-orang zaman dahulu, tentunya ini akan lebih memiliki nilai religius," ujar Syamsiar Seman. "Yang penting juga, bagi orang-orang yang melaksanakan bagarakan sahur ini, haruslah ikhlas melakukannya, jangan sampai masyarakat yang ingin menjalankan ibadah puasa terganggu," tambahnya.

Budayawan Kalsel ini, juga mengatakan, mengadakan lomba-lomba bagarakan sahur, sangat berguna untuk pelestarian, sekaligus untuk menarik minat generasi muda. Orang yang melakukan bagarakan sahur, tentunya juga akan mendapatkan pahala. Namun dengan catatan, mereka juga harus menjalankan kewajibannya untuk berpuasa. Biasanya bagarakan sahur ini, dilakukan satu jam sebelum masyarakat melaksanakan sahur. Dan jika sahur sudah selesai maka selesai pula aktivitas bagarakan sahur tersebut.

Kegiatan ini, dilakukan setiap hari selama Ramadhan. Tradisi ini sampai saat ini masih tetap berkembang di dalam masyarakat Kalsel. Bahkan beberapa kota, seperti Banjarmasin, Banjarbaru, dan lain sebagainya di Kalsel, bagarakan sahur ini selalu dilombakan, misalnya lomba antar kampung dan lain sebagainya. (Frans)

 

Sumber: http://www.banjarmasinpost.co.id

 

 

 


read : 2787

  Bagikan informasi ini ke teman Anda :  



Other news



Tuliskan komentar Anda !




Menu utama

Member login




Daftar Anggota | Lupa Password

Profil Penulis





Pembayaran

Bank Mandiri
Rekening Nomor :
137.000.3102288
Atas Nama :
Yayasan AdiCita Karya Nusa

Atau

Bank BCA
Rekening Nomor :
445.085.9732
Atas Nama :
Mahyudin Al Mudra

Konfirmasi pembayaran,
SMS ke : 0852 286 6060 7


atau lewat line Customer Servis di ( 0274 ) 377067
atau email akn@adicita.com atau adicita2727@yahoo.com
atau
Bagian Marketing Proyek
0852 286 6060 7


Profil Penulis

 Online: 48
 Hari ini: 340
 Kemarin : 2.164
 Minggu kemarin : 13.478
 Bulan kemarin : 52.532
  Total : 6.987.645