Info Terkini
Belajar dari Kesalahan
14 Juli 2010 11:08:35
Kegagalan adalah sukses yang tertunda, dan keberhasilan akan semakin terasa manakala dapat melampaui rintangan dan belajar dari kesalahan yang pernah dilakukan. Tampaknya hal ini sesuai pengalaman Mahyudin Al Mudra, SH, MM, Direktur Utama (Dirut) Penerbit Adicita Grup.
Berangkat dari keciantaan membaca buku, pria kelahiran Riau, 4 Juli 1958 ini bertekad kuat mungkin sedikit nekat, memulai usaha penerbitan buku tahun 1987, dan menerbitkan 28 judul buku sekaligus. Meski belum dapat dikatakan sukses namun usaha ini mampu bertahan hingga tahun 1990.
Memasuki tahun-tahun berikutnya, hingga tahun 1994 “badai” itu mulai menerpa. Karena kurang matangnya sistem produksi dan distribusi, proyek yang dikerjakan saat itu, yaitu pengadaan buku persiapan Ebtanas dan Sipenmaru, gatot alias gagal total. Sebab, buku-buku tersebut baru siap dipasarkan 3 hari menjelang Sipenmaru, distribusipun tak mau mengambil resiko dengan waktu yang demikian mepet. Buku-buku itupun teronggok sia-sia dan Mahyudin harus menanggung kerugian hingga ratusan juta rupiah.
Lantas apakah kegagalan itu membuat Mahyudin kapok dan menyerah? Ternyata tidak Alumnus Fakultas Hukum UII dan MM FE UII ini melakukan intropeksi dan mulai membenahi diri “saya menyadari saat itu cukup nekat, memulai usaha tanpa bekal pengalaman dan pengetahuan yang cukup. Saat itu saya merasa bagaikan seorang musafir yang tersesat di gurun Sahara,” tutur Mahyudin kepada Bernas, Kamis (4/10) lalu dio kantornya, jalan Sisingamangaraja 27, Karangkajen, Yogyakarta.
Ia pun kemudian mulai menimba ilmu secara serius, tentang manajemen keuangan, produksi, SDM, strategi pengelolaan dan berbagai pengetahuan yang menjadi bekal usahanya “Terutama juga bekal mental. Untunglah istri saya dengan stia menghibur dan tak henti memberikan semangat untuk tetap berusaha,” ujarnya.
Setelah mengantongi gelar MM dan mental yang telah tertempa, pada tahun 1995 ia kembali memulai usahanya, dari nol. “Kegagalan setidaknya mengajari saya untuk melangkah lebih hati-hati dan bersifat sedikit konservatif dalam mengambil keputusan,” lanjutnya.
Strategi yang kemudian diterapkan dalam usaha ‘baru’-nya adalah strategi fokus. “Kegagalan saya dahulu, salah satunya adalah kurang fokus, punya keinginan untuk menerbitkan buku apa saja, dari buku masak, sampai buku Iptek, namun ternyata justru kurang sukses. Saya kemudian menerapkan strategi fokus dengan memfokuskan diri pada penerbitan buku anak dan pendidikan, baik dari jenis fiksi mapun non fiksi,” paparnya.
Kegagalan yang dialami ternyata mampu mendewasakan Mahyudin. Usahanya kini mulai berkembang pesat, dengan omzet cukup besar dan distribusi yang luas. “Buku-buku terbitan Adicita tersedia di seluruh Indonesia. Untuk urusan omzet ya cukup lumayan lah, sekitar Rp 5-10 miliar per tahun,” tukasnya.
Sebagai bukti kesuksesan, beberapa penghargaan juga telah diraih, seperti Adikarya IKAPI (Ikatan Penerbit Indonesia) sejak tahun 1998-2001 dan Kehati Award 2001. “kesuksesan kan tidak semata diukur secara finansial, beberapa penghargaan yang diraih adalah satu penghormatan dan pengakuan terhadap kualitas dan muatan produk,” ujarnya.
Sumber : Bernas
Hari/tgl : Senin, 8 Oktober 2001
Hal/edisi : 5
Other news
Tuliskan komentar Anda !
Member login
Bank Mandiri
Rekening Nomor :
137.000.3102288
Atas Nama :
Yayasan AdiCita Karya Nusa
Atau
Bank BCA
Rekening Nomor :
445.085.9732
Atas Nama :
Mahyudin Al Mudra
Konfirmasi pembayaran,
SMS ke : 0852 286 6060 7
atau lewat line Customer Servis di ( 0274 ) 377067
atau email akn@adicita.com atau adicita2727@yahoo.com
atau
Bagian Marketing Proyek
0852 286 6060 7
Online | : 98 |
Hari ini | : 892 |
Kemarin | : 1.007 |
Minggu kemarin | : 4.956 |
Bulan kemarin | : 48.107 |
Total | : 7.981.444 |



Online
Hari ini
Kemarin
Minggu kemarin
Bulan kemarin
Total