Info Terkini
Masih Adakah Dongeng Anak?
14 Juli 2010 10:51:35
Jakarta – Bila pada dekade 1980 an, masih banyak anak-anak yang berkumpul dan mengelilingi bapak ibunya yang menuturkan dongeng. Anak Indonesia kini, lebih banyak yang berkumpul di televisi menyaksikan sinetron.
Di malam hari, ketika keluarga berkumpul di sebuah ruangan rumah, tidak ada lagi cerita dongeng seperti Sangkuriang, Timun Emas atau Si Komo yang kerap diceritakan Kak Seto Mulyadi. Kini semua lebih banyak, anak dan orang tua membahas karakter tokoh pemain sinetron yang protagonis dan antagonis. Bahkan banyak yang mengecam karakter dari sinetron tersebut, dan tidak ada lagi yang diam tenang mendengarkan dongeng sebagai nasehat hidup.
Dongeng mungkin sudah menjadi kata asing di telinga anak Indonesia. Peran dongeng tidak lagi menjadi pusat dari pendidikan anak di Indonesia. Hal ini berbeda, ketika para pendongeng terkenal dan setia seperti Pak Kasur, Ibu Kasur, Kak Seto Mulyadi, Kak Kusumo, dan masih banyak lainnya. Sempat muncul di televise dengan kehadiran pendongeng asal Aceh, PM Toh, namun kemudian tidak berlanjut.
Secara pengertian dongeng termasuk dalam cerita rakyat lisan. Menurut Danandjaja (1984) cerita rakyat lisan terdiri atas mite, legenda, dan dongeng. Mite adalah cerita rakyat yang dianggap benar-benar terjadi dan dianggap suci oleh yang empunya cerita. Sedangkan legenda adalah cerita rakyat yang mempunyai cirri-ciri mirip dengan mite, yaitu dianggap benar-benar terjadi, tetapi tidak dianggap suci.
Sebaliknya, dongeng adalah cerita rakyat yang tidak dianggap benar-benar terjadi oleh yang empunya cerita dan dongeng tidak terikat oleh waktu maupun tempat. Dongeng diceritakan terutama untuk hiburan, walaupun banyak juga dongeng yang melukiskan kebenaran, berisi ajaran moral, bahkan sindiran.Meski demikian, dongeng menjadi hal yang sangat berguna untuk diceritakan ke anak-anak.
Kak Seto pernah berkata, pendidikan moral yang terkandung dalam setiap dongeng dan cerita rakyat dapat meransang kecerdasam emosional dan spiritual anak.“Jadi jangan abaikan dongeng! Orang Tua yang baik akan menyempatkan waktu untuk mendongeng untuk anak-anaknya. Pendidikan yang terkandung dalam dongeng begitu lengkap,” ungkap Kak Seto. Karena itu, bukan kesalahan bila para orang tua memulai kembali tradisi berdongeng kepada anak-anak, untuk menciptakan anak yang cerdas.
(tim adangdaradjatun.com)
Sumber : http://www.bangadang.com/berita/liputan-khusus/1092-masih-adakah-dongeng-anak
Other news
Tuliskan komentar Anda !
Member login
Bank Mandiri
Rekening Nomor :
137.000.3102288
Atas Nama :
Yayasan AdiCita Karya Nusa
Atau
Bank BCA
Rekening Nomor :
445.085.9732
Atas Nama :
Mahyudin Al Mudra
Konfirmasi pembayaran,
SMS ke : 0852 286 6060 7
atau lewat line Customer Servis di ( 0274 ) 377067
atau email akn@adicita.com atau adicita2727@yahoo.com
atau
Bagian Marketing Proyek
0852 286 6060 7
Online | : 102 |
Hari ini | : 895 |
Kemarin | : 1.007 |
Minggu kemarin | : 4.956 |
Bulan kemarin | : 48.107 |
Total | : 7.981.447 |



Online
Hari ini
Kemarin
Minggu kemarin
Bulan kemarin
Total