Selasa ,09 Juni 2026
Balai Melayu Hotel

Info Terkini

Ayo Galakkan Dongeng Anak!

14 Juli 2010 10:42:35

Kebanyakan dari kita, terutama yang dibesarkan langsung oleh ibu sendiri pasti mengenal cerita-cerita sebelum tidur (bed-time stories). Dengan cerita-cerita itu kita diantar tidur. Berbagai macam cerita tersebut memiliki dampak yang kuat dalam banyak hal: imaginasi, nilai-nilai kemanusiaan, moralitas (mana yang baik dan mana yang tidak), dan yang tidak kalah munculnya story grammar yang akan tertanam dalam diri kita.

Dalam story grammar macam ini, kita tanpa sadar mengembangkan plot cerita: seperti latar belakang, pemicu suatu persoalan, serangkaian komplikasi masalah yang dihadapi oleh tokoh utama, sampai pada tahap point of no return atau klimaks. Dengan terbiasa dengan pola cerita macam itu, kita menjadi lebih peka dan melihat suatu persoalan lebih komprehensif dan bisa mengira-ira hubungan kausalitasnya.

Kata simbahnya ilmu Systemic-Functional Linguistics, orang Australia yang bernama Halliday itu, bahasa ada karena ada tujuan yang mau dibawa, yaitu untuk komunikasi. Tujuan komunikatif ini diletakkan dalam konteks sosio-kultural tertentu dan ditentukan oleh konvensi (perjanjian yang kadang tidak tertulis pada awalnya). Akan terlalu bodoh jika kita mencari-cari cara sendiri untuk berkomunikasi. Cukuplah bagi kita untuk memakai aturan-aturan atau konvensi yang telah ditetapkan oleh manusia melalui serangkaian sejarah kehidupan ini.

Contoh sederhana untuk menggambarkan konvensi macam ini adalah surat cinta vs tulisan ilmiah. Dalam surat cinta, ada begitu banyak ungkapan emotif: happy, love, jealous, furious, miss, heart-breaking. Hubungan antara penulis dan penerima pun tentu sangat dekat. Dibandingkan dengan tulisan ilmiah, yang ada hanya kata-kata tegas, deskriptif, dan argumentative: demonstrate, argue, compare, substantiate, problematize, synthesize. Tidak ada kata-kata emotif di sana.

Implikasi terhadap kehidupan kita sebenarnya tidak jauh-jauh amat. Pesannya sederhana: kenalkan anak semenjak dini dengan berbagai jenis teks. Yang paling penting tentu saja, mesti disesuaikan dengan apa yang dialami anak dan seberapa jauh perkembangan abstraksinya. Anak kecil lebih mudah memahami hal-hal yang sangat operasional – sesuatu yang bisa disentuh, diraba, dibaui, dan dikecap. Teks yang paling bermanfaat adalah yang terkait langsung dengan tahap perkembangan anak pada tataran itu.

Pertanyaan yang menarik adalah: jenis teks apa yang paling top untuk anak? Akhir tahun 1800-an, ada ajaran Herbatisme yang salah satunya meyakini: cultural epoch theory. Dalam teori ini dikatakan bahwa perkembangan anak pada dasarnya mencerminkan evolusi manusia. Pada masyarakat primitif dari berbagai belahan dunia, ditemukan adanya kesamaan yang mengejutkan: mereka sangat menikmati cerita-cerita mitologis. Ajaran Herbatisme ini meyakini bahwa anak-anak pun memiliki fase yang mirip. Masa-masa kecil anak ditandai dengan kesukaan akan cerita-cerita mitologi. Dan ketika cerita-cerita ini dikembang-kemas-ajarkan dengan begitu baik, perkembang-tumbuhan anak akan jauh lebih  baik.

Teori pada dasarnya adalah suatu cara berpikir logis untuk memaknai sesuatu. Teori tidak selalu benar. Dalam hal ini cultural epoch theory pun juga bisa mengalami nasib yang sama. Namun, terlepas dari benar tidaknya teori itu, kami secara intuitif mengakui kebenarannya. Semenjak usia dini anak dikenalkan dengan huruf dan berbagai aktivitas melek huruf lainnya. Membaca dan menulis untuk kebutuhan nyata yang sangat fungsional.

Dampak dari pertumbuhan keterampilan membaca memang tidak bisa diperkirakan. Anak yang satu dengan anak yang lain pasti memiliki tingkat kecepatan yang berbeda. Yang kami lakukan selama 3.5 tahun terakhir dengan anak kami memang telah banyak berbuah. Hanya persoalannya, setelah pandai membaca, anak lalu mau ngapain? Padahal koleksi belasan buku telah dipunyai, dan semuanya sudah habis dibaca berulang-ulang? Sementara dana untuk pengadaan buku tidak selalu tersedia?Beruntung bahwa Internet menjadi sumber hampir tanpa batas.

 

Cukup mengejutkan bahwa sore ini Rio menemukan website yang sangat membantu. Tanpa ada yang menyuruh, dia menuliskan kata kunci di mesin pencari google: cerita anak. Akibatnya memang bisa diduga. Rio cuek sama bapakknya yang baru bangun tidur dan siap untuk chatting. Dia lebih peduli dengan baca-baca cerita.


Sumber : http://edukasi.kompasiana.com/2010/05/17/ayo-galakkan-dongeng-anak/

Sumber Foto : www.jawapos.co.id/


read : 3074

  Bagikan informasi ini ke teman Anda :  



Other news



Tuliskan komentar Anda !




Menu utama

Member login




Daftar Anggota | Lupa Password

Profil Penulis





Pembayaran

Bank Mandiri
Rekening Nomor :
137.000.3102288
Atas Nama :
Yayasan AdiCita Karya Nusa

Atau

Bank BCA
Rekening Nomor :
445.085.9732
Atas Nama :
Mahyudin Al Mudra

Konfirmasi pembayaran,
SMS ke : 0852 286 6060 7


atau lewat line Customer Servis di ( 0274 ) 377067
atau email akn@adicita.com atau adicita2727@yahoo.com
atau
Bagian Marketing Proyek
0852 286 6060 7


Profil Penulis

 Online: 120
 Hari ini: 1.229
 Kemarin : 1.007
 Minggu kemarin : 4.956
 Bulan kemarin : 48.107
  Total : 7.981.781