Sabtu ,24 Oktober 2026
Balai Melayu Hotel

Info Terkini

Kalau Mau Main Komputer, Baca Buku Dulu

27 Juli 2010 11:50:29

Beberapa bulan lalu, Mobil Pintar mengunjungi anak-anak di kawasan miskin Jakarta. Rupanya kedatangan mobil ini selalu ditunggu-tunggu. Di sana, anak-anak yang hidup orang tuanya sederhana ini, bermain sepuasnya.

Hey, Mobil Pintar sudah datang!" ujar Ayu (9) kepada teman sebayanya. Gadis cilik yang tinggal di kawasan Cijantung ini, rupanya selalu menantikan kedatangan Mobil Pintar itu. Yang dimaksud Mobil Pintar oleh Ayu adalah sebuah kendaraan bus bercat kuning dan biru. Sebuah tulisan "Mobil Pintar, Gemar Membaca Meraih Cita-cita" tampak menonjol di kedua sisi badan minibus itu.

Mobil Pintar merupakan bentuk solidaritas dari beberapa istri Menteri Kabinet Indonesia Bersatu. Sejak Mei lalu, mobil ini sudah beroperasi dan masuk beberapa wilayah di Jakarta. Sebanyak empat buah mobil memiliki jadwal khusus untuk mengunjungi beberapa sudut kota Jakarta. Lokasi yang dipilih biasanya telah melalui tahap survei terlebih dahulu.

Yang dikunjungi Mobil Pintar hanya perkampungan miskin, kawasan dimana masih banyak penduduk kurang mampu memenuhi kebutuhan dasar anak-anak mereka dalam bidang pendidikan. Salah satu daerah operasional Mobil Pintar di wilayah Jakarta Timur terletak di Kalisari, Cijantung. Mobil ini mendatangi masyarakat Kalisari setiap hari Selasa dan Sabtu mulai pukul 10.00.

SIBUK MENGGAMBAR
Suatu hari tepat pukul 10.00, Mobil Pintar mulai parkir di lapangan Kalisari. Melihat mobil ini, Ayu dan rekan-rekannya segera mendatanginya. Lidiya (23) salah satu tutor Mobil Pintar mulai sibuk menggelar tikar plastik. Dengan bantuan tiga orang teman yang bertindak sebagai asisten tutor, Lidiya pun mulai meletakkan beraneka mainan.

Ayu dan beberapa anak langsung meraih mainan tersebut dengan antusias. Lidiya berusaha untuk mengatur mereka agar tak saling berebut mainan. Selain bermain, anak-anak juga belajar. Ada sekelompok anak yang sedang belajar menggambar dengan bidang sehelai kertas dan crayon. Mereka menggoreskan batang-batang crayon, menggambar sesuai dengan keinginan. Dalam sekejap, areal ini berubah menjadi arena bermain dan belajar bagi anak-anak.

Anak-anak di wilayah Kalisari, Cijantung ini memang selalu menantikan kehadiran Mobil Pintar. Ayu yang rumah orang tuanya terletak tak jauh dari lapangan tempat parkir Mobil Pintar mengatakan, "Saya selalu ke sini bareng teman-teman. Saya baru pulang sekolah," ujar Ayu seraya bermain dengan potongan-potongan lilin.

Keceriaan Ayu membuat Lidiya dan teman-temannya bahagia. Lidiya mengatakan,
mobil ini mempunyai fungsi sebagai taman bacaan sekaligus arena bermain bagi anak-anak. Di dalam mobil tersusun rak-rak yang berisi ratusan buku cerita dan buku bergambar. Selain itu, Mobil Pintar juga membawa beraneka mainan yang cukup lengkap. Seperti lego, bola-bola plastik, puzzle dan yang lain.

Sebagai tutor, Lidiya menerapkan sistem bermain dan belajar tertentu di wilayah ini. "Supaya kegiatan mereka jadi lebih bermanfaat, saya sengaja membagi anak-anak dalam dua kelompok. Yaitu kelompok anak-anak usia SD dan dan anak-anak usia TK," ujar mahasiswi Universitas Jakarta tingkat akhir ini.

Lidiya dan teman-temannya biasanya akan membagi kegiatan untuk masing-masing kelompok. Seperti saat itu, ada sekelompok anak tampak sedang sibuk menggambar. Raut-raut wajah mereka terlihat serius menorehkan garis-garis tertentu dengan sebatang pensil warna. Beberapa anak terlihat saling melirik untuk mencari tahu apa yang sedang digambar oleh teman di sebelahnya. Seorang asisten tutor tampak mendampingi kegiatan mereka di bawah rimbunnya sebuah pohon.

Di sisi lain, beberapa anak terlihat asyik bermain puzzle. Dengan mimik wajah serius, mereka berusaha menata potongan puzzle menjadi sebuah gambar tertentu. Tak lama kemudian, Yani (23), salah satu asisten tutor membagikan setumpuk buku cerita. Anak-anak dapat membaca buku-buku tersebut dengan bebas. Tapi, buku-buku itu tidak boleh dibawa pulang ke rumah. Mereka hanya diperbolehkan membaca buku favorit masing-masing di tempat.

MENGENAL KOMPUTER
Salah satu permainan yang paling diminati anak-anak adalah bermain games di komputer. Mobil Pintar memang memiliki sebuah notebook di bagian dalamnya. Lidiya menyediakan beberapa keping CD Rom Anak Cerdas untuk mengenalkan pengoperasian komputer bagi anak-anak. Karena peminatnya lumayan banyak, beberapa aturan pun diterapkan.

Yani memanggil dan mengumpulkan anak-anak di satu sisi. Lalu, ia meminta mereka untuk mengambil sebuah buku cerita. "Kalau kalian mau main komputer, harus baca buku dulu. Setelah itu, ceritakan kembali isi buku yang kalian baca pada kakak dan teman-teman lainnya. Bagi mereka yang bisa duluan selesai membaca dan bercerita boleh masuk ke dalam mobil. Di sana kalian boleh bermain komputer. Tapi, masing-masing hanya boleh bermain selama 10 menit," papar Yani dengan suara keras yang mengalahkan kebisingan suara anak-anak yang tengah berkerumun di hadapannya.

Tak lama kemudian suasana pun hening. Anak-anak duduk di atas tikar dan mulai membuka halaman pertama buku cerita yang mereka pilih. Beberapa saat kemudian, seorang anak laki-laki maju ke depan. "Saya sudah selesai," ujarnya dengan suara mantap. Yani pun memintanya maju ke depan dan menceritakan kembali apa yang telah dibacanya.

Dengan penuh percaya diri, ia pun mulai bercerita. Meski agak terbata-bata, bocah laki-laki tadi berhasil menceritakan kembali isi buku yang baru saja dibacanya. Tak lama sesudahnya, Yani memberinya izin untuk masuk ke dalam Mobil Pintar. Dengan wajah gembira ia pun segera melesat ke arah Mobil Pintar.

ORANG TUA IKUT GEMBIRA
Antusiasme terhadap kehadiran mobil pintar tidak hanya dialami oleh anak-anak. Para orang tua di sekitar wilayah Mobil Pintar beroperasi juga merasa gembira. Mereka mengaku senang anak-anaknya mendapat sarana bermain baru yang lebih mendidik. Bahkan, ada di antara mereka yang rela mengantar dan menunggu anak-anak mereka ke lapangan tempat parkir Mobil Pintar.

Salah satunya adalah Abner Mangunsong (41). Ia sengaja mengantar Elizabeth (4,5) putri bungsunya untuk bermain di Mobil Pintar. "Kami tak punya mainan seperti ini di rumah. Elizabeth sangat senang bermain di sini. Karena itu, saya selalu mengantarnya. Sejak ibunya meninggal beberapa tahun lalu, dia menjadi lebih dekat dengan saya," tutur Abner.

Abner mengakui, secara rutin ia menemani putri bungsunya mengunjungi Mobil Pintar dua kali dalam seminggu. Seperti siang itu, Abner terlihat sedang menemani Elizabeth bermain puzzle. Seperti warga sekitar, ia menunjukkan raut wajah bahagia.

 

Sumber : http://nostalgia.tabloidnova.com/articles.asp?id=9531

 

Sumber Foto : sanggita.wordpress.com/2009/02/

 

 


read : 3869

  Bagikan informasi ini ke teman Anda :  



Other news



Tuliskan komentar Anda !




Menu utama

Member login




Daftar Anggota | Lupa Password

Profil Penulis





Pembayaran

Bank Mandiri
Rekening Nomor :
137.000.3102288
Atas Nama :
Yayasan AdiCita Karya Nusa

Atau

Bank BCA
Rekening Nomor :
445.085.9732
Atas Nama :
Mahyudin Al Mudra

Konfirmasi pembayaran,
SMS ke : 0852 286 6060 7


atau lewat line Customer Servis di ( 0274 ) 377067
atau email akn@adicita.com atau adicita2727@yahoo.com
atau
Bagian Marketing Proyek
0852 286 6060 7


Profil Penulis

 Online: 22
 Hari ini: 1.207
 Kemarin : 1.531
 Minggu kemarin : 12.883
 Bulan kemarin : 47.161
  Total : 8.202.220