Info Terkini
Ancaman Budaya Menonton
03 Agustus 2010 08:57:21
Dari sekitar 220 juta penduduk Indonesia, minat baca masyarakat cuma 0,0001 persen. Saat ini Indonesia menempati peringkat ke-38 dari 40 negara berkembang lainnya.
Hasil survey yang diungkapkan Ketua Dewan Pembina Yayasan untuk Jabar, Nety Ahmad Heryawan itu jadi tamparan keras. Padahal, membaca bisa menjadi indikasi sampai sejauh mana masyarakat bisa melahirkan gagasan. Kapasitas menuangkan gagasan tak bisa dilepaskan dari aktivitas membaca. Tidak heran, bila kemampuan menulis masyarakat kita terkena imbasnya.
Kalangan yang mengenyam dunia pendidikan tinggi sekalipun, tidak sedikit yang gagap menulis. Kondisi ini dipengaruhi oleh aktivitas membaca yang kurang. Menyedihkan. Membuat karya tulis saja, sering kita mendengar, para mahasiswa muruhkeun pada orang lain. Pendidikan yang bisa memperkaya gagasan merupakan strategi terpenting memerangi kemiskinan. Pembangunan sekolah di pelosok, termasuk salah satu langkah yang menggembirakan. Mudah-mudahan saja, peresmian gedung sekolah dan madrasah Kampung Pasirjeungjing dan Cibaeud, Desa Lengkongjaya, Kecamatan Cigalontang, menjadi pertanda bagus.
Sejurus dengan komitmen yang dilontarkan istri Gubernur itu. Negara maju harus didukung oleh kualitas SDM yang cerdas. Salah satu indikasinya, minat baca yang tinggi. Tidak dipungkiri, dunia pendidikan, minat baca yang tinggi, dan kualitas SDM adalah tiga pilar yang saling terkait. Salah satu gejala sosial yang musti dicermati, intervensi teknologi televisi yang sangat cepat, telah mengantar masyarakat melompat dari budaya tutur, ke budaya menonton. Kita tidak sempat membangun budaya membaca. Kondisi ini, tampaknya harus menjadi bahan kajian bersama.
Budaya menonton menjadi arus yang melawan tradisi membaca. Kondisi ini bisa terjadi, karena kemampuan menggagas masyarakat masih lemah. Televisi, salah satu wujud seni menggagas yang dilahirkan setelah melalui tradisi membaca dan menulis yang matang. Bisa dibayangkan, bila bangsa ini tidak menggelorakan minat baca dan mempertajam tradisi menulis sejak dini. Kemampuan menuangkan gagasan keteteran. Puaskah menjadi penikmat gagasan-gagasan bangsa lain?
Sumber : http://priangan-online.com/?p=276
Sumber Foto : Sumber Foto : koran.republika.co.id/berita/16596
Other news
Tuliskan komentar Anda !
Member login
Bank Mandiri
Rekening Nomor :
137.000.3102288
Atas Nama :
Yayasan AdiCita Karya Nusa
Atau
Bank BCA
Rekening Nomor :
445.085.9732
Atas Nama :
Mahyudin Al Mudra
Konfirmasi pembayaran,
SMS ke : 0852 286 6060 7
atau lewat line Customer Servis di ( 0274 ) 377067
atau email akn@adicita.com atau adicita2727@yahoo.com
atau
Bagian Marketing Proyek
0852 286 6060 7
Online | : 195 |
Hari ini | : 1.991 |
Kemarin | : 1.007 |
Minggu kemarin | : 4.956 |
Bulan kemarin | : 48.107 |
Total | : 7.982.543 |



Online
Hari ini
Kemarin
Minggu kemarin
Bulan kemarin
Total