Selasa ,09 Juni 2026
Balai Melayu Hotel

Info Terkini

Kenalkan Anak pada Budaya Membaca

16 Agustus 2010 12:56:38

Budaya membaca sangat penting untuk dikenalkan sejak dini kepada anak-anak. Dengan membaca, anak-anak akan memperoleh pengetahuan lebih dibanding mereka yang tidak membaca. ”Membaca itu kan sama dengan belajar,” ujar Nanik Masriyah, pemilik sekaligus pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Masriyatul Ilmi.

Menurut Nanik, menanamkan budaya baca pada anak-anak sejak menjadi tugas mulia untuk membekali mereka menghadapi tantangan masa depan. Ibarat rumah, buku dan sarana bacaan lainnya adalah jendela yang berguna bagi terbukanya wawasan anak-anak.

Bagi masyarakat Jepang membaca adalah sebuah kebutuhan dan itu pula salah satu kunci sukses kemajuan yang berhasil mereka raih. Besarnya manfaat membaca membuat Nanik termotivasi untuk menyalurkan idenya tentang manfaat membaca kepada anak-anak di kampungnya.

Terinspirasi dengan bangsa Jepang yang menuai keberhasilan karena gemar membaca, ikhtiar yang dilakukan Nanik untuk menanamkan budaya baca pada anak-anak di kampungnya adalah dengan mendirikan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Masriyatul Ilmi.

“Kita tahu khan orang Jepang itu budaya membacanya nomor satu di dunia. Walaupun lagi jalan membaca, di kereta api membaca, jadi satpam membaca. Itu mungkin salah satu yang menginspirasi Saya membuat Taman Bacaan ini,” ujar Nanik yang diangkat menjadi anak oleh seorang Warga Negara Jepang bernama Ottosan Hasiura.

Nanik menuturkan, berdirinya tama baca di kampungnya ternyata mendapat respon positif dari masyarakat. Setiap hari tidak kurang dari 30-an anak meminjam buku ditempatnya.

Bukan semata uang yang diburu Nanik dalam mendirikan taman baca. Dia mengaku mendirikan taman baca untuk kepentingan sosial. Dari sejak berdirinya taman bacaan masyarakat Masriyatul Ilmi, Nanik tak jarang harus mengeluarkan dana pribadi untuk merawat perpustakaannya. Namun semua itu tidak membuatnya menyerah.

Larut Dalam Budaya Tutur
Dari pengamatan Nanik, selama ini pendidikan yang berlaku di Indonesia masih didominasi oleh budaya tutur. Padahal, budaya tutur tak banyak membantu munculnya kreatifitas anak.

Hal itu, kata Nanik, sangat berbeda jika dibandingkan dengan membaca yang lebih bisa memicu kreatifitas anak daripada mendengarkan. “Kalau budaya lisan itu khan di otak ini dan tidak ada kreatifitasnya, berbeda dengan membaca. Kalau membaca itu khan menyerap, menyerap untuk dipahami, dipecahkan. Lha kalau budaya lisan itu Saya kira tidak semacam itu, lebih kepada formalitas mereka mengungkapkan sesuatu secara ekspresif,” ulasnya.

Di Hari Anak Nasional (HAN) 2010 ini, Nanik berharap agar anak-anak diberi kebebasan untuk meraih cita-cita seperti yang diinginkannya. Orang tua tak perlu menjerat anak-anaknya untuk mengikuti apa yang menjadi kemauannya. “Orang tua cukup mengantarkan saja dan itu bisa dimulai dengan mengenalkan gemar membaca buku sejak kecil,” tuturnya. (Wahib Muthalib)


read : 3484

  Bagikan informasi ini ke teman Anda :  



Other news



Tuliskan komentar Anda !




Menu utama

Member login




Daftar Anggota | Lupa Password

Profil Penulis





Pembayaran

Bank Mandiri
Rekening Nomor :
137.000.3102288
Atas Nama :
Yayasan AdiCita Karya Nusa

Atau

Bank BCA
Rekening Nomor :
445.085.9732
Atas Nama :
Mahyudin Al Mudra

Konfirmasi pembayaran,
SMS ke : 0852 286 6060 7


atau lewat line Customer Servis di ( 0274 ) 377067
atau email akn@adicita.com atau adicita2727@yahoo.com
atau
Bagian Marketing Proyek
0852 286 6060 7


Profil Penulis

 Online: 214
 Hari ini: 2.042
 Kemarin : 1.007
 Minggu kemarin : 4.956
 Bulan kemarin : 48.107
  Total : 7.982.594