Info Terkini
Belajar Budaya Melayu, Kalbe Farma Kunjungi BKPBM
18 Agustus 2010 13:22:48
Yogyakarta,- Pendidikan multikulturalisme diharapkan dapat ditanamkan di mana-mana, sehingga jangan sampai ketika berbicara tentang Bhinneka Tunggal Ika tidak terjebak hanya lips service saja, melainkan harus dijadikan pedoman dasar hidup untuk saling melayani dan toleran terhadap keberagaman suku, bangsa, agama, dan ras. Hal tersebut disampaikan Penggagas dan Pendiri sekaligus Pemangku Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu (BKPBM) Mahyudin Al Mudra, SH, MM saat menerima rombongan tamu dari Kalbe Farma Jakarta, di kantor BKPBM Yogyakarta, Senin (16/8).
Mahyudin Al Mudra yang didampingi Public Relations, Yuhastina Naina, SST.Par, MA ini mengatakan bahwa bangsa Indonesia sangat multiculture, yaitu terdiri dari hampir 600 bahasa, 300 suku bangsa, dan 6 agama yang diakui Negara. Kondisi seperti inilah yang menyebabkan Indonesia ibarat pisau bermata dua, satu sisi merupakan suatu kekayaan Indonesia jika dikelola dengan baik, namun di sisi lain akan menjadi time bomb jika terjadi salah urus.
“ Itu sebabnya pendiri bangsa ini mengambil satu falsafah Bhinneka Tunggal Ika. Tapi yang terjadi adalah banyak orang yang hanya menjual Bhinneka Tunggal Ika untuk kepentingan pribadi. Banyak kemunafikan dan hanya di mulut saja jika berbicara soal Bhineka Tunggal Ika,” kata Bang MAM, panggilan akrab bapak Mahyudin Al Mudra.
Rombongan tamu dari Kalbe Farma Jakarta ini mengaku salut dengan keberagaman budaya yang dikembangkan Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu (BKPBM) Yogyakarta. Menurut Pimpinan Rombongan, Julian Afu, kunjungan pemilik dari Kalbe Farma ke BKPBM ini dimaksudkan untuk belajar tentang kebudayaan Melayu dan bagaimana belajar menghargai kearifan lokal lewat cerita rakyat nusantara yang ada di BKPBM. Dari kunjungan ini diharapkan dapat mengenal budaya bangsa kita agar antaragama dan ras bisa bekerjasama dengan baik.
“Rombongan kami ada 20 orang dan kunjungan ini dimaksudkan untuk sama-sama saling belajar tentang kebudayaan Melayu dan kearifan lokal. Kami tertarik dengan cerita rakyat nusantara yang dibuat pak Mahyudin, semoga ini bisa kami tularkan ke anak-anak kami tentang bagaimana mengenal cerita rakyat se-Indonesia,” ungkapnya seusai audiensi.
Andreas Eko Wahyu S (brt/01/08-10)
Sumber : http://melayuonline.com/ind/news/read/11978/belajar-budaya-melayu-kalbe-farma-kunjungi-bkpbm
Other news
Tuliskan komentar Anda !
Member login
Bank Mandiri
Rekening Nomor :
137.000.3102288
Atas Nama :
Yayasan AdiCita Karya Nusa
Atau
Bank BCA
Rekening Nomor :
445.085.9732
Atas Nama :
Mahyudin Al Mudra
Konfirmasi pembayaran,
SMS ke : 0852 286 6060 7
atau lewat line Customer Servis di ( 0274 ) 377067
atau email akn@adicita.com atau adicita2727@yahoo.com
atau
Bagian Marketing Proyek
0852 286 6060 7
Online | : 3 |
Hari ini | : 30 |
Kemarin | : 1.401 |
Minggu kemarin | : 12.883 |
Bulan kemarin | : 47.161 |
Total | : 8.202.444 |



Online
Hari ini
Kemarin
Minggu kemarin
Bulan kemarin
Total