Info Terkini
Naskah Obat-obatan Melayu Kuno Raib
21 September 2010 14:35:12
Pekanbaru, Riau - Beragam jenis naskah obat-obatan Melayu kuno berpindah tangan ke sejumlah negara, terutama Malaysia, Singapura dan Inggris. Ini menjadi ancaman serius bagi punahnya ilmu pengetahuan dan pengobatan berbasis alami (herbal) dan tradisionil Melayu. Ironinya, Pemerintah Propinsi Riau kesulitan dalam memperoleh salinan atau duplikat atas naskah pengobatan kuno Melayu itu.
“Naskah obat-obat Melayu sudah hilang semua. Dari sekitar dua tahun riset yang kita lakukan, hampir seluruh naskah-naskah kuno pengobatan Melayu itu berada di luar negeri, terutama di Inggris, Malaysia dan Singapura. Tidak sedikit naskah itu berada di Leiden Belanda,” ujar Pengelola Museum Sang Nila Utama Riau, Yoserizal Zen, di Pekanbaru, Jumat (17/9).
Yoserizal menyebut, dari inventarisir dan riset yang dilakukan Museum Sang Nila Utama, diketahui sedikitnya 300-an naskah-naskah pengobatan kuno, yang berisi ribuan jenis dan pengetahuan obat-obatan Melayu Riau berada di Malaysia dan Singapura. Puluhan naskah lainnya, berada di London Inggris dan Leiden Belanda.
“Jangankan memperoleh naskah kembali ke Riau, memperoleh salinan saja sangat sulit. Ini hendaknya menjadi perhatian pemerintah pusat,” tambah Yoserizal.
Dari data dan Riset yang dilakukan Museum Sang Nila, berbagai resep obat tadisional itu kini menjadi salah satu pedoman pengembangan sejumlah obat-obatan herbal, yang justru kemudian dijual ke Indonesia, termasuk Riau. Obat itu antara lain, obat dedaunan hutan Sakai, penggunaan akar-akaran kayu dan alang-alang Talang Mamak, resep obat penyakit syaraf dan penyakit dalam tradisi Melayu.
“Kita menyakini naskah-naskah kuno itu menjadi salah satu basis pengembangan pengobatan herbal dunia,” ujar Yoserizal Zen.
Beragam obat berbasis herbal impor ini sekarang memang laris manis beredar di Riau. Sejumlah distributor obat-obatan berbasis herbal ini menyebut, saat ini herbalis menjadi tren di Riau. “Indonesia termasuk Riau, menjadi salah satu pasar bagi beragam jenis herbal impor berbasis tumbuhan dan tanaman tropis. Umumnya kami datangkan dari Singapura, Amerika, Inggris, termasuk Malaysia,“ ujar Hadianto PS, importir berbagai obat dan suplemen herbal Kukurma dan Aloe Vera di Pekanbaru.
”Kami mengimpor dari Singapura dan Amerika. Beragam obat dan suplemen herbal impor berbasis tumbuhan Indonesia, seperti Noni, menjadi andalan distribusi kami, “ ujar Eriatman Sahita dari agen distributor Soho. (Jupernalis Samosir).
Sumber: http://www.tempointeraktif.com
Other news
Tuliskan komentar Anda !
Member login
Bank Mandiri
Rekening Nomor :
137.000.3102288
Atas Nama :
Yayasan AdiCita Karya Nusa
Atau
Bank BCA
Rekening Nomor :
445.085.9732
Atas Nama :
Mahyudin Al Mudra
Konfirmasi pembayaran,
SMS ke : 0852 286 6060 7
atau lewat line Customer Servis di ( 0274 ) 377067
atau email akn@adicita.com atau adicita2727@yahoo.com
atau
Bagian Marketing Proyek
0852 286 6060 7
Online | : 27 |
Hari ini | : 91 |
Kemarin | : 2.252 |
Minggu kemarin | : 10.059 |
Bulan kemarin | : 48.107 |
Total | : 7.995.510 |



Online
Hari ini
Kemarin
Minggu kemarin
Bulan kemarin
Total