Info Terkini
Sastra Bangun Karakter dan Ideologi Bangsa
04 Oktober 2010 08:00:10
Jakarta - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) Dodi Nandika Sastra mengatakan, sastra dapat dijadikan wahana untuk membangun karakter dan ideologi bangsa. Sebaliknya pula katanya, ideologi dapat diungkapkan melalui sastra. "Maka dari itu, karakter bangsa harus diperkuat antara lain dengan bahasa dan sastra sebagai pilar penting," ungkap Dodi, dalam Seminar Antarbangsa Kesusastraan Asia Tenggara, di Hotel Santika, Jakarta, Senin (27/9).
Dodi menyampaikan, kemajuan bangsa sangat berhubungan erat dengan kemampuan bangsa dalam mendayagunakan potensi dan karakter. Bagi bangsa yang cerdas, kata dia, bahasa dan sastra adalah sumber daya strategis untuk mengembangkan kreasi, inovasi dan keunggulan peradaban. "Bahasa adalah 'makhluk hidup' dan berkembang, yang harus dipelihara, dan bukan benda mati," ujarnya.
Sehubungan dengan itu disebutkan, melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 24/2010 tentang Kedudukan, Tugas dan Fungsi Kementerian Negara, serta Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara, maka pemerintah berupaya untuk meningkatkan status kelembagaan Pusat Bahasa menjadi Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Badan yang bertanggungjawab langsung kepada Mendiknas ini mempunyai tugas melaksanakan pengembangan, pembinaan dan perlindungan bahasa dan sastra Indonesia. "Pembentukan badan ini sebuah komitmen baru, tonggak baru. Kesadaran baru dari pemerintah Indonesia untuk lebih meningkatkan martabat bahasa Indonesia," kata Dodi pula.
Masih di tempat yang sama, Ketua Delegasi Brunei Darussalam, Dayang Hajah Aminah binti Haji Momim menerangkan, pihaknya sendiri mengembangkan bengkel pelestarian budaya Melayu sebagai usaha untuk menghidupkan budaya Melayu.
"Kementerian Kebudayaan, Belia dan Sukan Brunei Darussalam menghidupkan kegiatan teater yang mendukung cerita-cerita rakyat, termasuk cerita legenda dan mitos, untuk dipersembahkan kepada wisatawan," jelasnya.
Sementara, Ketua Delegasi Malaysia Dato' Haji Termuzi bin Haji Abdul Aziz, juga menyampaikan bahwa seminar ini dapat meluaskan horizon sastra Melayu di Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam, serta tidak memisahkan (ketiga negara) secara geopolitik.
"Kita disatukan melalui nurani dan semangat sastra. Kajian terhadap karya kita yang dibuat oleh para peneliti, akan turut meletakkan sastra kita di mercu sastra dunia," ujarnya.
Lebih jauh, Wakil Kepala Pusat Bahasa Agus Dharma menambahkan, setiap sastrawan memiliki gagasan tertentu yang ingin dikemukakan kepada pembaca. Ideologi, kata dia, merupakan buah pemikiran yang berkehendak 'membenahi' kehidupan, berdasarkan nilai-nilai yang mampu menggerakkan penganutnya. Sastrawan sebagai pemikir, katanya pula, memiliki orientasi yang bertaut dengan sebuah ideologi. "Sastra tanpa ideologi mempunyai kecenderungan menjadi sastra tanpa tanggung jawab intelektual," ujarnya.
Untuk diketahui, seminar yang mengambil tema "Sastra dan Ideologi" ini, diselenggarakan oleh Pusat Bahasa sebagai pengelola Majelis Sastra Asia Tenggara (Mastera) Indonesia. Mastera sendiri merupakan organisasi yang menjalin kerjasama kesastraan antara Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam. Kegiatan yang dilakukan antara lain berupa seminar, program penulisan bagi sastrawan muda, penerbitan jurnal, serta penyusunan antologi karya sastra dan penelitian sastra. (cha/jpnn)
Sumber: http://www.jpnn.com
Sumber Foto: http://edukasi.kompas.com
Other news
Tuliskan komentar Anda !
Member login
Bank Mandiri
Rekening Nomor :
137.000.3102288
Atas Nama :
Yayasan AdiCita Karya Nusa
Atau
Bank BCA
Rekening Nomor :
445.085.9732
Atas Nama :
Mahyudin Al Mudra
Konfirmasi pembayaran,
SMS ke : 0852 286 6060 7
atau lewat line Customer Servis di ( 0274 ) 377067
atau email akn@adicita.com atau adicita2727@yahoo.com
atau
Bagian Marketing Proyek
0852 286 6060 7
Online | : 91 |
Hari ini | : 736 |
Kemarin | : 2.252 |
Minggu kemarin | : 10.059 |
Bulan kemarin | : 48.107 |
Total | : 7.996.155 |



Online
Hari ini
Kemarin
Minggu kemarin
Bulan kemarin
Total