Info Terkini
Naskah Radyapustaka Belum Didigitalisasi
23 Oktober 2010 08:47:51
Solo, Jateng - Sebanyak 35 naskah kuno carikan (tulisan tangan) yang terdapat di Museum Radyapustaka Solo belum didigitalisasikan karena kondisi kerusakannya cukup parah sehingga harus ditangani dengan alat digital yang ada di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI), Jakarta.
Sekretaris Komite Museum Radya Pustaka Djoko Darjoto di Solo, Jateng, Minggu, mengatakan dari 164 naskah kuno yang diajukan untuk dipreservasikan melalui digitalisasi, konservasi, atau penjilidan ulang baru 129 naskah sudah didigitaisasi oleh sembilan tim dari PNRI.
"Sedangkan 35 naskah yang belum didigitalisasikan tersebut akan dikirim ke Jakarta," katanya.
Dia mengatakan, rombongan PNRI menyelamatkan naskah kuno yang ada di museum tersebut selama empat hari sejak Kamis (14/10). "Hari ini (17/10) kami menyerahkan naskah kuno yang telah diperbaiki kepada pihak museum untuk kembali dipublikasikan," katanya.
Benda pustaka yang diserahkan dari pihak PNRI setelah dipreservasi yaitu digitalisasi naskah khusus tentang kereta milik Keraton Kasunanan Surakarta yang didigitalisasikan dengan bentuk "compact disc" (CD), 129 naskah film yang labadikan dengan "micro film", memberikan kotak pelindung sebagian naskah kuno yang berukuran A1 seperti sertifikat, dan peta kuno yang berupa denah Keraton Kasunanan dan Kerajaan Mataram Kuno.
Sebelumnya, kata dia, peta tersebut hanya digulung dan diletakkan di dalam almari karena ukurannya yang besar dan tidak memiliki wadah. "Sekarang peta tersebut telah memiliki tempat yang tepat sehingga tidak mudah rusak," katanya.
Namun, Kepala Pusat Preservasi Bahan Pustaka PNRI, Abdul Razak, mengatakan naskah yang sudah di jilid ulang dan dikonservasi tersebut perlu diletakkan di almari dengan suhu yang stabil yakni 20-24 derajat celcius selama 24 jam.
Hal tersebut, kata dia, agar kondisi kertas tidak lembab yang menyebabkan peta dan sebagian naskah tersebut mudah rapuh.
Rencananya, pihak Museum Radya Pustaka akan meminta anggaran kepada Wali Kota Surakarta Joko Widodo di tahun 2011 untuk pengadaan almari penyimpan naskah kuno, peta kun, dan foto kuno.
Kegiatan preservasi benda pustaka di Museum Radyapustaka bersama PNRI merupakan bentuk peringatan 120 tahun museum Radyapustaka.
Kondisi koleksi naskah kuno yang ada di museum tersebut sudah memprihatinkan sehingga perlu dilestarikan kembali mengingat museum miliki Keraton Kasunanan Hadiningrat Surakarta merupakan museum tertua di Indonesia.
Sumber: http://oase.kompas.com
Other news
Tuliskan komentar Anda !
Member login
Bank Mandiri
Rekening Nomor :
137.000.3102288
Atas Nama :
Yayasan AdiCita Karya Nusa
Atau
Bank BCA
Rekening Nomor :
445.085.9732
Atas Nama :
Mahyudin Al Mudra
Konfirmasi pembayaran,
SMS ke : 0852 286 6060 7
atau lewat line Customer Servis di ( 0274 ) 377067
atau email akn@adicita.com atau adicita2727@yahoo.com
atau
Bagian Marketing Proyek
0852 286 6060 7
Online | : 206 |
Hari ini | : 1.676 |
Kemarin | : 2.252 |
Minggu kemarin | : 10.059 |
Bulan kemarin | : 48.107 |
Total | : 7.997.095 |



Online
Hari ini
Kemarin
Minggu kemarin
Bulan kemarin
Total