Jumat ,19 Juni 2026
Balai Melayu Hotel

Info Terkini

Nasib Bahasa dan Sastra Besemah

19 Nopember 2010 10:34:39

Pagaralam, Sumsel - Keberadaan bahasa dan sastra Besemah semakin terancam punah, disebabkan kuatnya pengaruh budaya modern dalam kehidupan masyarakat Kota Pagaralam, Provinsi Sumatera Selatan.

"Perlu ada upaya untuk melestarikan berbagai seni budaya daerah termasuk satra Besemah, baik melalui kurikulum sekolah dengan membentuk perda (peraturan daerah) khusus terkait persoalan itu," kata pemerhati bahasa dan budaya Besemah, Supratman Sulaiman, di Pagaralam, Kamis.

Langkah yang harus dilakukan untuk kembali melestarikannya adalah dengan memasukkan bahasa dan sastra Besemah yang dikenal dengan istilah "peta-petiti" ke dalam kurikulum sekolah. Hal ini penting dilakukan karena hingga sekarang cukup banyak masyarakat terutama generasi muda telah melupakan bahasa dan sastra yang pernah ada di Kota Pagaralam.

"Guna menyelamatkan warisan leluhur yang mempunyai kekhasan dan memiliki nilai-nilai budaya yang cukup tinggi tersebut, salah satu solusinya adalah dengan memperkenalkan bahasa dan sastra Besemah kepada anak usia sekolah," kata dia.

Generasi muda sekarang ini sudah banyak yang lupa, bahkan tidak mengenal sama sekali bahasa dan sastra Besemah atau yang dikenal dengan bahasa daerah.

Terlebih lagi, kata dia, karena bahasa dan sastra lokal ini sangat penting untuk diselamatkan, maka sudah seharusnya jika dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah dari tinggkat SD hingga SMU. Dengan demikian, sastra tutur asli Besemah tersebut dapat kembali dilestarikan.

Ia melanjutkan, sebenarnya jika diamati secara mendalam khusus untuk sastra Pagaralam memiliki nilai pendidikan yang tinggi, terutama dalam memberikan pendidikan moral kepada masyarakat dan menjalan kehidupan sehari-hari.

“Artinya, penerapan bahasa dan sastra Besemah masih cukup relavan dengan kondisi kini sebab ada banyak pesan-pesan moral yang disampaikan," kata dia lagi.

Sementara itu, Kepala Disdikpora Kota Pagaralam Akmaludin mengatakan, wacana memasukkan bahasa dan sastra Besemah dalam kurikulum sekolah merupakan langkah positif dan akan segera dilaksanakan.

"Meski demikian, untuk menerapkan masuknya bahasa dan sastra Besemah dalam kurikulum masih terkendala belum siapnya SDM, terutama untuk tenaga pengajar yang paham dengan sastra Besemah," kata dia lagi.

 

 

 

Sumber: http://oase.kompas.com

 

Sumber Foto: http://pagaralamkite.blogspot.com

 


read : 4195

  Bagikan informasi ini ke teman Anda :  



Other news



Tuliskan komentar Anda !




Menu utama

Member login




Daftar Anggota | Lupa Password

Profil Penulis





Pembayaran

Bank Mandiri
Rekening Nomor :
137.000.3102288
Atas Nama :
Yayasan AdiCita Karya Nusa

Atau

Bank BCA
Rekening Nomor :
445.085.9732
Atas Nama :
Mahyudin Al Mudra

Konfirmasi pembayaran,
SMS ke : 0852 286 6060 7


atau lewat line Customer Servis di ( 0274 ) 377067
atau email akn@adicita.com atau adicita2727@yahoo.com
atau
Bagian Marketing Proyek
0852 286 6060 7


Profil Penulis

 Online: 241
 Hari ini: 2.975
 Kemarin : 5.966
 Minggu kemarin : 10.059
 Bulan kemarin : 48.107
  Total : 8.004.360