Senin ,26 Oktober 2026
Balai Melayu Hotel

Info Terkini

Tradisi Sedekah Puntuk Setumbu

30 Nopember 2010 11:27:19

Borobudur, Tradisi sedekah Puntuk Setumbu di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Senin, ditandai dengan penanaman pohon penghijauan.

"Sedekah bumi di Puntuk Setumbu ini telah turun temurun, tahun ini dikemas dengan program penghijauan kawasan untuk mendukung pengembangan Desa Karangrejo sebagai desa agrowisata," kata Kepala Desa Karangrejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jateng, Nur Anis Musodik, di Borobudur.

Ratusan warga baik laki-laki maupun perempuan mengenakan pakaian adat Jawa mengusung sejumlah tandu antara lain berisi tumpeng nasi kuning, bibit berbagai jenis pohon, dan hasil bumi setempat berjalan kaki dari desa sekitar tiga kilometer barat Candi Borobudur itu menuju ke salah satu bukit di Pegunungan Menoreh yang oleh masyarakat setempat disebut sebagai Puntuk Setumbu.

Mereka yang setiap orang mengenakan kalung ketupat itu juga mengarak beberapa ekor kambing naik ke Puntuk Setumbu sekitar satu kilometer dari desa setempat.

Tabuhan alat musik tradisional mengiring prosesi yang terkesan meriah. Pementasan kesenian tradisional kubro siswa juga memeriahkan pergelaran tradisi itu.

Ia menjelaskan, tradisi tersebut digelar warga usai panen padi bertepatan dengan Senin Legi, kalender Jawa. "Kalau zaman dahulu masyarakat menanam padi jenis ’serang’ tetapi sekarang sudah beragam yang ditanam warga, pada masa lalu warga setempat menggembalakan ternak baik sapi, kerbau, maupun kambing di tanah lapang di Puntuk Setumbu," katanya.

Sesepuh warga setempat, Abdul Roshid (92), memimpin doa di atas bukit tersebut dilanjutkan dengan penanaman berbagai jenis pohon di tempat itu. Warga setempat bersama-sama melanjutkan dengan santap siang makanan tradisional tersebut.

Ia mengatakan, warga desa setempat menerima bantuan bibit berbagai jenis pohon antara lain dari Panitia Sosial Ekonomi (PSE) Kevikepan Kedu, PT Taman Wisata Candi Borobudur, dan Klaster Kepariwisataan Borobudur.

Bibit berbagai jenis pohon itu antara lain kepel (200 batang), durian (600), rambutan (600), dan mahoni serta jati (600).

Luas areal desa setempat sekitar 174 hektare dengan jumlah penduduk 850 kepala keluarga atau 2.750 jiwa. Pencanangan Karangrejo sebagai desa agrowisata mencapai areal seluas 30 hektare.

Ia mengatakan, kawasan itu juga terkena dampak letusan Gunung Merapi belum lama ini yang ditandai dengan hujan abu cukup deras selama beberapa hari. "Banyak pohon yang rusak seperti bambu, rambutan, dan kelapa karena abu vulkanik Merapi, tradisi kami tahun ini sekaligus sebagai upaya pemulihan atas tanaman yang rusak akibat letusan Merapi," katanya.

Ketua PSE Kevikepan Kedu, Romo Sapto Nugroho, mengatakan, penggalangan dana oleh pihaknya itu untuk program penghijauan kawasan Borobudur telah dilaksanakan sejak Februari 2010 melalui program "Koin Peduli Lingkungan".

"Hasil gerakan kami itu, kini diwujudkan untuk membantu Desa Karangrejo yang memimpikan desanya menjadi desa agrowisata dengan spesialisasi tanaman durian dan kepel," katanya.

Pihaknya membantu sekitar 500 bibit pohon durian dan kepel, serta satu unit pompa air untuk pemeliharaan tanaman saat musim kemarau.

Ia mengharapkan, program penghijauan untuk mendukung pengembangan desa agrowisata setempat itu mampu meningkatkan perekonomian masyarakat setempat pada masa mendatang tanpa meninggalkan upaya pelestarian alam.

Ia menyebut saat ini sebagai waktu yang tepat masyarakat setempat melakukan gerakan penghijauan setelah letusan Gunung Merapi.

Pihaknya juga membantu masyarakat Desa Kambanglimus di kawasan Candi Borobudur yang sedang merintis desa agrowisata melalui penyaluran sekitar seribu bibit kelapa kopyor dan 200 bibit pohon aren. "Tanaman itu dalam waktu lima tahun diharapkan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat karena penjualannya cukup mudah dengan harga yang menjanjikan," katanya.

 

 

 

Sumber : http://oase.kompas.com/read/2010/11/30/08312851/Tradisi.Sedekah.Puntuk.Setumbu

 

 

 


read : 3582

  Bagikan informasi ini ke teman Anda :  



Other news



Tuliskan komentar Anda !




Menu utama

Member login




Daftar Anggota | Lupa Password

Profil Penulis





Pembayaran

Bank Mandiri
Rekening Nomor :
137.000.3102288
Atas Nama :
Yayasan AdiCita Karya Nusa

Atau

Bank BCA
Rekening Nomor :
445.085.9732
Atas Nama :
Mahyudin Al Mudra

Konfirmasi pembayaran,
SMS ke : 0852 286 6060 7


atau lewat line Customer Servis di ( 0274 ) 377067
atau email akn@adicita.com atau adicita2727@yahoo.com
atau
Bagian Marketing Proyek
0852 286 6060 7


Profil Penulis

 Online: 129
 Hari ini: 1.150
 Kemarin : 1.354
 Minggu kemarin : 12.883
 Bulan kemarin : 47.161
  Total : 8.204.918