Info Terkini
Kulon Progo Juara Umum Festival
21 Desember 2010 12:41:32
Kulon Progo, Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, memberikan apresiasi kepada kontingen ketoprak yang berhasil meraih juara umum dalam Festival Ketoprak antarkabupaten/kota se provinsi ini.
Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) Kulon Progo Sarjana, di Wates, Senin, mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi hasil yang diraih kontingen ketoprak Kulon Progo dalam festival yang berlangsung di Gedung Societet Yogyakarta, 17-19 Desember 2010.
Ia mengatakan dalam festival tersebut kontingen Kulon Progo yang membawakan cerita berjudul "Kesaguhan Nyangking Panandhang", dengan naskah ditulis oleh Benectus Sukardi mengantarkan kontingen ini meraih juara umum setelah mendapatkan tujuh penghargaan dari sepuluh kategori penilaian.
Tujuh penghargaan itu yakni sebagai penyaji terbaik I, sutradara terbaik atas nama Petrus Kasumo, pemeran utama putri terbaik Tri Susanti yang berperan sebagai Pembayun, pemeran pembantu putra terbaik Yunanto yang berperan sebagai Mondoroko, penata iringan terbaik Parjiyo, serta penata busana terbaik Siti.
"Kontingen ketoprak Kulon Progo diwakili oleh paguyuban ketoprak dari Kecamatan Panjatan sebagai juara pertama dalam festival ketoprak tingkat Kabupaten Kulon Progo yang diselenggarakan beberapa waktu lalu, serta diperkuat sejumlah seniman-seniwati kabupaten ini," katanya.
Menurut dia, lakon "Kesaguhan Nyangking Panandhang" menceritakan tentang pertikaian antara Panembahan Senopati dengan Wonoboyo yang semakin meruncing. Atas usul Mondoroko, Putri Panembahan Senopati bernama Pembayun dijadikan telik sandi dengan cara menyamar sebagai "ledhek" (penari keliling).
Cara ini terbukti mampu memikat hati Wonoboyo, yang kemudian tanpa curiga memperistri Pembayun yang telah berganti nama menjadi Mikatsih, bahkan sampai mengandung.
Pada suatu hari Mikatsih mengaku bahwa dirinya adalah Pembayun putri dari Panembahan Senopati.
Pembayun dengan susah payah membujuk Wonoboyo agar mau menghadap Penembahan Senopati sebagai mertuanya di Mataram.
Wonoboyo menyanggupinya, namun disertai dengan rencana busuk mau membunuh Panembahan Senopati.
Sementara Panembahan Senopati sudah menyadari hal itu, sehingga pada saat Wonoboyo menghadap dan bersiap menghujamkan kerisnya, Panembahan Senopati secepat kilat membenturkan kepala Wonoboyo ke "dhampar dalem" berupa "watu" atau batu gilang hingga pecah, dan Wonoboyo tewas seketika.
Sumber : http://oase.kompas.com/read/2010/12/20/2142454/Kulon.Progo.Juara.Umum.Festival.Ketoprak
Sumber Foto : foto.detik.com/.../09/06/101820/826341/461/1
Other news
Tuliskan komentar Anda !
Member login
Bank Mandiri
Rekening Nomor :
137.000.3102288
Atas Nama :
Yayasan AdiCita Karya Nusa
Atau
Bank BCA
Rekening Nomor :
445.085.9732
Atas Nama :
Mahyudin Al Mudra
Konfirmasi pembayaran,
SMS ke : 0852 286 6060 7
atau lewat line Customer Servis di ( 0274 ) 377067
atau email akn@adicita.com atau adicita2727@yahoo.com
atau
Bagian Marketing Proyek
0852 286 6060 7
Online | : 195 |
Hari ini | : 1.624 |
Kemarin | : 1.007 |
Minggu kemarin | : 4.956 |
Bulan kemarin | : 48.107 |
Total | : 7.982.176 |



Online
Hari ini
Kemarin
Minggu kemarin
Bulan kemarin
Total