Resensi
Mengenal Buah-buahan Kalimantan
27 Nopember 2010 13:45:33
Judul Buku : Mengenal Buah-buahan Kalimantan
Penulis : Pahmi Roliansyah
Penerbit : Adicita Karya Nusa, Yogyakarta
Penyunting : Rachmi N. Hamidawati
Cetakan : Juni, 2001
Tebal : x + 117 halaman
Ukuran : 14, 3 x 20, 1 cm
Negeri ini dibanjiri dan dipenuhi oleh buah-buahan seperti apel dari Amerika, jeruk dari China, atau pepaya dari Thailand, padahal negeri kita dikenal sebagai negeri yang kaya akan buah-buah, maka benak kita akan bertanya kenapa hal ini terjadi. Kenapa kita harus mengimpor buah dari luar negeri, sementara di negeri sendiri buah dari para petani di makan orang lain? Padahal buah impor itu belum tentu memiliki standar gizi yang lebih baik? Kenapa masyarakat kita juga tidak banyak yang protes, bahkan sepertinya mereka justru bangga ketika makan apel California daripada apel Malang?
Hal-hal di atas bisa jadi disebabkan ketidaktahuan masyarakat terhadap hasil buah-buahan negeri sendiri. Masyarakat hanya menjadi pemakan atau pemakai (konsumtif). Selain itu, mungkin dikarenakan sedikitnya buku yang menulis asal mula serta seluk beluk buah hasil negeri kita ini.
Buku dihadapan Anda ini adalah satu dari sedikit buku yang mengupas asal mula serta seluk beluk buah hasil negeri sendiri, khususnya dari Kalimantan. Dalam buku ini, Anda akan menemukan bermacam-macam buah-buahan asli dari Kalimantan yang mungkin belum pernah Anda dengar dan kenal sebelumnya. Anda akan mengenal buah durian kura-kura (h. 11), ginalun (h. 15), kalalayu (h. 25), katapi suntul (h. 45), dan sebagainya.
Bagi Anda yang menyukai berkebun atau makan buah, Anda perlu membaca buku ini. Bagi orang Kalimantan, tentunya harus membaca buku ini, karena akan terasa aneh jika Anda tidak mengenal buah asli tanah sendiri yang sudah bertahun-tahun Anda makan.
Vegetasi Penyebaran Flora
Selain asal- usul dan seluk beluk buah, satu hal yang mungkin juga jarang dipahami dan dimengerti masyarakat adalah pembagian daerah penyebaran vegetasi tumbuhan di Nusantara. Keluasan wilayah Nusantara meniscayakan tumbuh-tumbuhan tersebar hingga melewati batas laut dan daratan. Meskipun demikian, tumbuh-tumbuhan tersebut ada yang berasal dari satu wilayah yang sama ada pula yang tidak. Peristiwa mencairnya es atau gletser jutaan tahun silam menyebabkan wilayah tersebut terpisah. Papua dan Australia dalam sejarah masa lampau dicatat sebagai satu daratan.
Adalah Van Stenis, seorang ahli botani dari Belanda yang berusaha membagi flora Nusantara dan Asia Tenggara menjadi tiga daerah vegetasi penyebaran, yaitu vegetasi Melayu Timur, Selatan, dan Barat. Vegetasi Melayu Timur meliputi pulau Sulawesi, kepulauan Maluku, Papua dan sekitarnya. Vegetasi Melayu Selatan mencakup pulau Jawa dan sekitarnya, Bali, Nusa Tenggara, dan Kepulauan Tanimbar di Maluku bagian selatan. Sementara itu, vegetasi Melayu Barat meliputi Pulau Sumatra, Kalimantan, Filipina, Malaysia dan sekitarnya.
Pembagian wilayah vegetasi di atas salah satunya didasarkan pada anggapan adanya kesamaan wujud flora pada satu kawasan. Meskipun demikian, biasanya terdapat satu vegetasi yang bisa ditemui dalam dua kawasan yang berbeda, misalnya buah jeruk di Kalimantan sama dengan yang di Nusa Tenggara. Kesamaan dalam dua kawasan berbeda ini disebabkan oleh karena dahulu kawasan tersebut menjadi satu.
Hal ini dapat dilihat di kawasan Semenanjung Malaysia, Pulau Kalimantan, dan Sumatra. Dalam sejarah disebutkan bahwa keberadaan alur Sungai Sunda Utara yang bermuara ke laut China Selatan dan alur Sungai Sunda Selatan yang bermuara ke Selat Sunda, membuktikan bahwa ketiga kawasan ini merupakan satu daratan yang disatukan oleh Dangkalan Sunda.
Selain adanya kesatuan daratan, persamaan suhu dan iklim di dua kawasan yang berbeda, juga menyebabkan kesamaan flora di kawasan tersebut. Hal ini dapat disaksikan di Pulau Sumatra, Jawa, dan Kalimantan. Di ketiga kawasan tersebut, Anda dapat menemukan buah mangga, jeruk, atau jambu yang memiliki kemiripan, meskipun nama daerahnya berbeda.
Satu hal yang perlu dipahami lagi adalah, bahwa buah-buahan yang ada di Nusantara ini ternyata ada yang asli Indonesia ada pula yang dibawa oleh para penjajah ketika mereka menjadikan negeri ini sebagai koloni. Meskipun buah-buahan seperti nanas, mangga, kiwi, markisa, atau semangka mudah ditemui di Indonesia, akan tetapi ternyata buah tersebut bukan asli Indonesia, melainkan dibawa oleh orang asing. Hal yang sama juga terjadi pada pepaya atau tomat yang ternyata berasal dari Benua Amerika.
Terlepas dari pro dan kontra konsep pembagian daerah penyebaran tumbuhan yang digagas Steenis, dalam konteks sejarah, konsep ini dapat membantu kita dalam memahami asal-usul buah-buahan asli Indonesia. Dari memahami buah yang ada di Kalimantan, kita dapat memperluasnya untuk memahami Nusantara yang kaya ini. Dalam konteks ini, buku ini selain bersifat ensiklopedik juga bersifat sejarah.
Yusuf Efendi (res/38/11-10).
Other news
Tuliskan komentar Anda !
Member login
Bank Mandiri
Rekening Nomor :
137.000.3102288
Atas Nama :
Yayasan AdiCita Karya Nusa
Atau
Bank BCA
Rekening Nomor :
445.085.9732
Atas Nama :
Mahyudin Al Mudra
Konfirmasi pembayaran,
SMS ke : 0852 286 6060 7
atau lewat line Customer Servis di ( 0274 ) 377067
atau email akn@adicita.com atau adicita2727@yahoo.com
atau
Bagian Marketing Proyek
0852 286 6060 7
Online | : 258 |
Hari ini | : 2.278 |
Kemarin | : 3.455 |
Minggu kemarin | : 34.274 |
Bulan kemarin | : 134.890 |
Total | : 7.818.971 |



Online
Hari ini
Kemarin
Minggu kemarin
Bulan kemarin
Total